Papua Global News
231026-bpbd-waropen
Info PapuaLintas Daerah

Bentuk Relawan MPA, PT WRN Latih 30 Warga Inggerus Cegah Karhutla

Peserta dari empat kampung dibekali teori dan praktik pemadaman api

WAROPEN – PT Wana Rimba Nusantara (WRN) membentuk kelompok relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) dan melatih 30 warga dari empat kampung di Distrik Inggerus, Kabupaten Waropen, untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kegiatan sosialisasi dan pelatihan itu berlangsung selama dua hari, 21–22 Oktober 2026, di Balai Kampung SP 3 Demisa.

Peserta berasal dari Kampung SP 3 Demisa, Firo, SP 2 Harapan Jaya, dan Awera. Kegiatan ini didukung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Waropen, Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Unit XVII Waropen, Pemerintah Distrik Inggerus, masyarakat adat, serta ForestPro.

Perwakilan PT WRN, Nugraha Jayeng Sasana, dalam sambutan pembukaan mengatakan kegiatan ini merupakan langkah preventif perusahaan menghadapi ancaman karhutla. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan.

Pada hari pertama, peserta menerima materi tentang penyebab dan dampak karhutla, langkah-langkah pencegahan, serta peran masyarakat dalam melindungi hutan. Sesi ini ditutup dengan musyawarah pembentukan kelompok relawan MPA.

Hari kedua diisi pelatihan praktik. Didampingi narasumber teknis, peserta mengenal berbagai peralatan pemadam kebakaran, mempelajari teknik penggunaannya, lalu menjalani simulasi penanganan dan pemadaman api.

Dimas Aulia Miftahul Khusna dari PT WRN, saat menutup kegiatan, mengatakan praktik tersebut memperlihatkan betapa sulitnya memadamkan api, bahkan ketika api masih relatif kecil. Menurut dia, pengalaman itu menjadi pelajaran bahwa pencegahan jauh lebih penting.

Sebagai tindak lanjut, perusahaan akan menyusun jadwal patroli sebelum kelompok relawan MPA mulai melakukan pemantauan di lapangan.

Kepala BPBD Kabupaten Waropen, Petrus Tanati, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia mengingatkan bahwa kebakaran harus dicegah sejak dini melalui kerja sama berbagai pihak dan menegaskan bahwa pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama.

Kepala Distrik Inggerus, Frids E. Mbaubedari, menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak membakar lahan secara tidak terkendali.

Sementara itu, Kepala KPHP Unit XVII Waropen, Daniello F.E. Wonatorey, yang hadir sebagai narasumber, menyatakan kesiapan pihaknya berkolaborasi dengan perusahaan dan instansi terkait dalam upaya pencegahan karhutla.

Apresiasi juga datang dari Kepala Suku Awera, Yulius Taru, dan perwakilan Kepala Suku Demisa. Keduanya berharap kegiatan ini memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Melalui pembentukan MPA dan pelatihan ini, PT WRN berharap masyarakat memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik serta mampu berperan dalam deteksi dini dan pencegahan karhutla di Kabupaten Waropen. (Dody)

Artikel Terkait

Asa Baru Ghondumi Sisare

Redaksi

Hari Kartini ke-147, Perempuan Waropen Pilar Pembangunan

Redaksi

Sikapi Isu Kinerja, Bupati Waropen Perintahkan OPD Transparan Ungkap Capaian Kerja

Redaksi