WAROPEN – Suasana khidmat dan penuh semangat menyelimuti halaman Kantor Bupati Waropen pada Selasa (21/04/2026). Masyarakat, khususnya kaum perempuan, berkumpul untuk memperingati Hari Kartini ke-147 dengan mengusung tema besar: “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi Menuju Indonesia Emas 2045.”
Peringatan tahun ini tidak hanya menjadi seremoni mengenang sejarah perjuangan R.A. Kartini, tetapi juga menjadi momentum pembuktian bahwa perempuan di Kabupaten Waropen kini semakin aktif dan krusial dalam derap pembangunan daerah.
Bupati Waropen, Drs. Fransiskus Xaverius Mote, M.Si, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk membuka ruang kesetaraan bagi perempuan. Menurutnya, kemajuan sebuah daerah sangat bergantung pada peran perempuan yang cerdas dan mandiri.
“Hari Kartini menjadi momentum bagi kita semua untuk terus mendorong perempuan Waropen agar lebih berdaya, mandiri, dan berkontribusi nyata. Pemerintah akan terus membuka ruang dan kesempatan yang setara di bidang pendidikan, ekonomi, maupun kepemimpinan,” ujar Fx Mote.
Beliau juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan penuh kepada kaum perempuan agar berani mengambil peran strategis sebagai pemimpin. “Perempuan yang berdaya akan melahirkan perubahan dan masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Antusiasme juga datang dari generasi muda Waropen. Roslin (30), salah satu peserta kegiatan, mengungkapkan bahwa makna Hari Kartini bagi generasinya telah melampaui simbol busana tradisional.
“Ini bukan cuma soal kebaya atau seremoni, tapi bagaimana kita sebagai perempuan bisa terus berkembang, berani bermimpi, dan berkontribusi untuk daerah,” tuturnya optimis.
Acara yang berlangsung hangat ini menekankan beberapa poin penting sebagai target jangka panjang daerah seperti Mendorong kemandirian finansial perempuan lokal, Menjamin keamanan generasi penerus sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045, Mengikis keraguan perempuan untuk tampil sebagai pengambil keputusan di ranah publik.
Peringatan ditutup dengan ajakan Bupati untuk menjaga nilai gotong royong. Semangat Kartini diharapkan tidak padam seusai seremoni, melainkan menjadi langkah kecil yang konsisten untuk mewujudkan Kabupaten Waropen yang maju, mandiri, dan sejahtera di masa depan. (Dody).

