BIAK, papuaglobal.com — Kelurahan Samofa di Distrik Biak Kota tengah menghadapi berbagai masalah sosial yang mendesak, dengan jumlah pengangguran yang mencapai 419 orang, 87 anak putus sekolah, serta 35 janda berusia di atas 65 tahun dan seorang duda berusia 80 tahun yang tidak menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT). Kondisi ini memerlukan perhatian serius, terutama dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, diwilayah kelurahan Samofa, Biak Numfor.
Sofian Korwa, Kepala Kelurahan Samofa, menegaskan bahwa langkah-langkah strategis telah mulai diambil oleh pihak kelurahan untuk mengatasi masalah ini. Salah satu inisiatif yang sedang dilakukan adalah membuka sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengembangan lokasi UMKM “Sa Mau Faa”. Saat ini, lokasi tersebut belum dikenai retribusi, namun jika diterapkan, retribusi ini diperkirakan dapat menghasilkan pendapatan sebesar Rp30 juta hingga Rp80 juta per bulan.
“Rencana kami adalah mendirikan koperasi Karang Taruna pada Januari atau Februari mendatang, yang akan mengelola pendapatan dari lokasi UMKM ini. Melalui koperasi ini, kita berharap bisa mengatasi berbagai masalah sosial di Kelurahan Samofa,” ujar Sofian Korwa.
Pendapatan yang dihasilkan dari retribusi UMKM ini nantinya akan dialokasikan untuk program-program sosial, seperti mewujudkan pendidikan gratis, pembayaran BPJS gratis, serta penanggulangan masalah janda dan duda yang berusia di atas 65 tahun.
Selain itu, Sofian menekankan bahwa salah satu tujuan utama pengembangan Taman Samofa dan sumber pendapatan kelurahan adalah untuk memastikan tidak ada lagi anak-anak di Kelurahan Samofa yang putus sekolah. “Kami ingin memberikan peluang yang lebih baik bagi generasi muda di kelurahan ini, agar mereka memiliki masa depan yang lebih cerah dan tidak terhalang oleh masalah ekonomi,” tambahnya.
Dengan berbagai inisiatif ini, Kelurahan Samofa berharap dapat mengatasi tantangan sosial yang dihadapi dan menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya saing. (go).

