WAROPEN – Guna menyiasati ancaman cuaca ekstrem, warga Distrik Soyoi Mambai secara swadaya membangun jembatan darurat untuk menghubungkan akses darat menuju pusat kabupaten. Pembangunan ini menjadi solusi vital agar mobilitas warga tidak lagi lumpuh total saat gelombang tinggi menghantam jalur laut.
Hal tersebut disampaikanPlt. Kepala Distrik Soyoi Mambai, Oktovianus Dolo, S.IP,kepada PG melalui via Whatsapp, Rabu, (22/04). Ia menegaskan bahwa keberadaan jembatan di atas Kali Mambai ini merupakan kunci agar jalur alternatif darat bisa berfungsi optimal.
Menurutnya, Selama ini, transportasi laut menjadi nadi utama bagi warga. Namun, angin kencang dan gelombang tinggi di perairan Waropen seringkali memutus akses tersebut. Sebagai langkah konkret, pemerintah distrik bersama masyarakat memfokuskan pengerjaan pada titik-titik krusial, termasuk membangun jembatan darurat sebagai penghubung utama.
“Kami berupaya agar jalur ini tetap bisa digunakan sehingga aktivitas masyarakat tidak terputus. Fokus kami adalah membangun jembatan penghubung agar kendaraan dan pejalan kaki bisa melintas dengan aman,” tuturnya
Dijelaskan, Pembangunan jembatan dan pembersihan akses jalan ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari,Pemerintah Distrik,Aparat Kampung & Bamuskam, Kapospol Soyoi Mambai dan masyarakat.
Keberadaan jembatan darurat ini diprioritaskan untuk menjamin akses sementara warga menuju pusat kabupaten, sambil menunggu pembangunan jembatan secara permanen? tanya Plt.Kepala Distrik Soyoi mambai Oktovianus Dolo.
Ia menambahkan, dengan selesainya jembatan darurat tersebut, akses yang menghubungkan Distrik Soyoi Mambai dan Distrik Oudate Kini resmi menjadi jalur penyelamat (jalur evakuasi) di tengah cuaca ekstrem yang melanda wilayah pesisir tersebut. (afp)

