PT. WRN dan KPHP Unit XVII ajak masyarakat adat ubah hasil hutan bukan kayu jadi sumber penghidupan
WAROPEN – Puluhan warga Suku Demisa di Kampung SP 3 Demisa, Kabupaten Waropen, kini punya bekal baru untuk mengolah kekayaan hutan mereka. PT Wana Rimba Nusantara (WRN) bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Unit XVII Waropen menggelar pelatihan pemungutan dan pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang berfokus pada sagu dan gaharu, Rabu – Kamis (1–2/10), di Balai Kampung SP 3 Demisa.
Bagi warga setempat, kegiatan ini menjadi catatan tersendiri. Kepala Kampung SP 3 Demisa, Dwi Jatmoko, menyebut WRN sebagai perusahaan pertama yang menjalankan program pemberdayaan bagi masyarakat di kampungnya. Ia berterima kasih karena pelatihan tersebut membuka kesempatan bagi warga untuk menimba ilmu dan menambah pengetahuan.
Selama dua hari, peserta tidak hanya mendengarkan materi di dalam ruangan. Pada hari kedua, mereka langsung turun praktik, menyuntikkan inokulan pada pohon gaharu untuk merangsang pembentukan resin bernilai tinggi, mengolah batang sagu menjadi tepung, hingga membuat puding berbahan sagu.
Praktik pengolahan sagu sengaja dirancang untuk menunjukkan bahwa pangan lokal yang akrab di meja makan warga Papua itu bisa diolah menjadi produk yang lebih beragam. Keterampilan ini diharapkan bermanfaat untuk kebutuhan keluarga sekaligus membuka peluang nilai tambah sesuai kemampuan masing-masing warga.
Perwakilan PT WRN, Nugraha Jayeng Sasana, menegaskan pelatihan ini baru langkah awal dari proses pemberdayaan yang akan dibangun bertahap dan berkelanjutan. Menurut pria yang akrab disapa Jayeng itu, keberhasilan program bergantung pada kolaborasi tiga pihak.
Pemerintah, kata dia, berperan memberi arahan dan pembinaan. Perusahaan mendukung peningkatan kapasitas dan pendampingan sesuai kemampuannya. Sementara masyarakat menjadi pelaku utama pengembangan potensi di wilayahnya sendiri.
Jayeng juga mengingatkan bahwa pengetahuan warga dalam memanfaatkan hasil hutan adalah modal berharga. Karena itu, pelatihan dikemas sebagai ruang belajar bersama dan bertukar pengalaman, untuk melengkapi kearifan lokal dengan keterampilan baru tanpa mengabaikan kelestarian hutan.
Pelatihan dibuka resmi oleh Kepala KPHP Unit XVII Kabupaten Waropen, Daniello F.E. Wonatorey, S.Hut. Ia mengapresiasi kemitraan dengan perusahaan yang dinilainya membuka ruang kolaborasi bagi KPHP dalam memberdayakan masyarakat, khususnya di Kampung SP 3 Demisa dan Kampung Firo, Distrik Inggerus.
Restu juga datang dari Kepala Suku Demisa, Muyere Didat. Ia menyatakan masyarakat adat telah menjalin kerja sama dengan perusahaan dan siap mendukung setiap kegiatan yang dilaksanakan bersama.
Ke depan, WRN berharap pelatihan ini tidak berhenti pada penambahan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan motivasi warga untuk terus mengembangkan potensi HHBK secara mandiri. Kolaborasi dengan KPHP, pemerintah setempat, dan masyarakat diharapkan terus terjaga, agar pemanfaatan sagu dan gaharu berjalan seiring dengan upaya menjaga hutan tetap lestari bagi generasi kini dan mendatang. (Dody)

