Bersaing dengan 517 tim dari 11 negara
PAPUAGLOBAL.COM, SERUI – Siswa Papua kembali mengharumkan nama daerah di panggung internasional. Dua tim siswa SMP Sekolah Kristen Kasih Bangsa (SKKB) Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, meraih Gold Medal (medali emas) dalam ajang World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2026 di Malaysia.
Kompetisi inovasi tingkat dunia itu berlangsung pada 20–23 September 2026 di SEGi University, Kota Damansara, Petaling Jaya, Selangor, Malaysia.
WICE 2026 diikuti 517 tim dari berbagai negara, yakni Indonesia, Malaysia, China, Hong Kong, Thailand, Meksiko, Korea Selatan, Vietnam, Turki, Kanada, dan Uni Emirat Arab. Sebanyak 243 tim berkompetisi secara luring (offline), sementara 274 tim lainnya mengikuti kompetisi secara daring (online).
SMP Kristen Kasih Bangsa mengirimkan dua tim yang masing-masing beranggotakan empat siswa. Tim pertama, yang berlaga di kategori Environmental Science, terdiri atas Novira F. Parinding, Gabriella P.J. Kaiwai, Gilbert N.H. Numberi, dan Alfa George Dawir. Tim kedua, yang tampil di kategori Innovative Social Science, terdiri atas Deserluta L. Ayomi, Helena B. Birahy, Rex H.L. Wemaf, dan Hugo S. Numberi.
Dalam kompetisi tersebut, para siswa mempresentasikan hasil penelitian dan inovasi yang mereka kembangkan melalui proses riset di hadapan dewan juri internasional. Kedelapan siswa itu akhirnya berhasil membawa pulang medali emas.
Keikutsertaan dalam WICE 2026 tidak hanya menjadi ajang meraih prestasi. Bagi para siswa, kompetisi ini juga menjadi kesempatan untuk menguji gagasan penelitian, mempresentasikan karya, serta bertukar pengalaman akademik dengan peserta dari berbagai negara.
Novira F. Parinding, salah satu anggota tim mengatakan, capaian tersebut diraih melalui proses panjang yang menuntut kerja keras dan disiplin.
“Di atas segalanya, kami memanjatkan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas penyertaan-Nya. Terima kasih yang tulus kami sampaikan kepada semua pihak yang telah mendukung kami, dan secara khusus kepada para guru yang dengan sabar membimbing kami hingga titik ini,” ujar Novira saat dihubungi PapuaGlobal.com melalui telepon, Rabu (23/9).
Siswi yang akrab disapa Novi itu mengaku kategori yang ia ikuti cukup menantang.
“Kategori Environmental Science ini cukup menantang. Kami harus mengembangkan gagasan berbasis penelitian, merangkai argumentasi ilmiah, lalu menyajikan hasil temuan secara runtut dan sistematis,” kata Novi.
Ia berharap prestasi ini dapat memotivasi siswa lain di Papua. “Capaian ini menjadi motivasi bagi kami dan teman-teman untuk terus mengembangkan ide dan inovasi, serta berani mengikuti berbagai kompetisi akademik di tingkat nasional maupun internasional,” tuturnya. (afp)

