DEIYAI, 19 September 2026 — Dinas Pertanian Kabupaten Deiyai melanjutkan penyaluran bantuan 300 ekor babi kepada kelompok masyarakat di Distrik Tigi dan Distrik Kapiraya. Penyaluran ini merupakan bagian dari program Pemerintah Kabupaten Deiyai di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati untuk mengembangkan sektor peternakan sekaligus memperkuat sumber pendapatan warga.
Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Deiyai, Aleks Pigai, S.Pd., M.Pd., mengatakan bantuan telah disalurkan secara bertahap kepada kelompok masyarakat yang sebelumnya dibentuk dan didata oleh dinasnya. Empat distrik — Tigi Barat, Tigi Timur, Tigi, dan Kapiraya — disebutnya sudah menerima bantuan dengan keterwakilan dari seluruh kampung, sementara Distrik Bouwobado dijadwalkan menyusul pekan depan.
“Sementara yang belum adalah Distrik Bouwobado. Direncanakan minggu depan akan dilakukan penyaluran,” kata Aleks.
Ia menjelaskan, bantuan ternak itu diharapkan menjadi aset produktif jangka panjang, bukan sekadar bantuan sesaat, termasuk membantu memenuhi kebutuhan babi warga yang biasanya melonjak menjelang Desember.
“Dengan adanya bantuan yang diberikan oleh Bupati dan Wakil Bupati melalui Dinas Pertanian, masyarakat tidak susah mencari babi di saat-saat Desember, terutama untuk kebutuhan keluarga, kalau dijaga dan dirawat dengan baik,” ujarnya.
Soal perawatan, Aleks meminta penerima bantuan memperhatikan pola pakan agar pertumbuhan ternak optimal. Selain pakan alami seperti sayuran dan umbi-umbian, ia menganjurkan penggunaan pakan konsentrat yang tersedia di Waghete.
“Untuk babi yang kecil ada 551, ada 502, dan juga BB2. Biasanya pakan itu dijual di Waghete, bisa dibeli dan dicampur dengan air. Pertumbuhannya cepat, tetapi kalau hanya diberikan makanan alami, pertumbuhannya lebih lama,” jelasnya.
Aleks menegaskan ternak bantuan harus dipelihara sendiri oleh penerima, bukan dititipkan kepada pihak lain maupun dikonsumsi saat masih kecil.
“Bantuan dari Bupati dan Wakil Bupati ini harus dipelihara sendiri. Jangan dititipkan kepada orang lain. Bukan untuk dimasak ketika masih kecil, tetapi untuk dipelihara supaya masyarakat mempunyai penghasilan,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat memanfaatkan waktu dan tenaga untuk kegiatan produktif di bidang pertanian, perkebunan, dan peternakan, agar bantuan ini tidak berhenti sebagai bantuan sesaat, melainkan berkembang menjadi usaha peternakan berkelanjutan yang memperkuat ekonomi keluarga.
“Kalau sibuk dengan kegiatan pertanian dan perkebunan, ada hasil untuk keluarga. Karena itu, mari kita manfaatkan bantuan ini dengan baik,” pesannya. (AM)

