Papua Global News
Pengembang Sipendora bersama pegiat sosial Donny Irawan dan Wolter Mendel berdiskusi tentang aplikasi pendataan pendonor darah di Biak, Jumat (23/10).
Pengembang Sipendora bersama pegiat sosial Donny Irawan dan Wolter Mendel berdiskusi tentang aplikasi pendataan pendonor darah di Biak, Jumat (23/10).
HeadlineLintas DaerahPendidikan & Kesehatan

Biak Ciptakan Sipendora, Aplikasi Pendataan Donor Darah, Siap Kolaborasi Bersama PMI

PAPUAGLOBAL, BIAK – Mencari donor darah di Biak Numfor kelak tak perlu lagi lewat pesan berantai. Lewat Sipendora (Sistem Informasi Pencatatan Pendonor Darah), permintaan darah dapat dikirim langsung hanya kepada pendonor bergolongan darah yang dibutuhkan.

Ini adalah Sebuah inovasi digital untuk membantu kebutuhan darah di Kabupaten Biak Numfor tengah disiapkan. Aplikasi bernama Sipendora (Sistem Informasi Pencatatan Pendonor Darah) dikembangkan secara mandiri oleh Rahmat Rijalun, seorang pengembang aplikasi lokal, dan dibahas bersama pegiat sosial kemanusiaan Donny Irawan dan Wolter Mendel dalam diskusi ringan di Biak, Jumat (23/10). 

Pendataan Terpusat Berbasis Database

Rahmat menjelaskan bahwa Sipendora dirancang sebagai sistem pendataan pendonor berbasis database. Setiap pendonor yang datang akan tercatat lengkap, mulai dari golongan darah, riwayat, hingga lokasi donor.

“Data ini akan berubah menjadi informasi,” ujar salah satu peserta diskusi menegaskan manfaat sistem tersebut.

Permintaan Darah Tepat Sasaran

Salah satu fitur utama adalah pengiriman informasi kebutuhan darah secara terarah. Selama ini, permintaan donor disebarkan secara umum sehingga semua golongan darah ikut menerima pesan. Dengan Sipendora, pengelola cukup menyaring pendonor berdasarkan golongan darah yang dibutuhkan, lalu mengirim pemberitahuan hanya kepada mereka.

Sistem juga dapat memfilter pendonor yang sudah tiga bulan terakhir belum mendonorkan darah, sehingga potensi pendonor aktif bisa dijangkau lebih efektif.

Cegah Donor Terlalu Sering

Donny Irawan mengungkapkan masalah yang kerap terjadi di lapangan, yakni pendonor yang baru menyumbang darah seminggu lalu sudah datang kembali karena keluarga atau kerabat membutuhkan. Hal ini terjadi akibat minimnya informasi tentang batas waktu donor berikutnya.

“Padahal itu memperburuk keadaan mereka,” ujarnya. Menurutnya, sistem pencatatan ini akan membantu memastikan pendonor hanya menyumbang sesuai jeda waktu yang aman.

Manfaat Jangka Panjang bagi Daerah

Selain menghubungkan pihak yang membutuhkan darah dengan pendonor, Sipendora juga diharapkan membantu PMI dalam penyusunan laporan. Data yang terkumpul dapat menunjukkan jumlah darah yang disuplai Biak setiap tahun, jumlah orang yang tertolong, hingga sebaran golongan darah masyarakat.

Informasi tersebut dinilai berguna bagi pemerintah daerah dan PMI untuk merencanakan kebutuhan ke depan, termasuk pengadaan fasilitas penyimpanan darah (cold chain) serta estimasi kebutuhan tahun berikutnya.

Tidak Dipublikasikan untuk Umum

Rahmat menegaskan aplikasi ini tidak akan dirilis di Play Store maupun untuk umum, melainkan hanya diberikan kepada pihak PMI sebagai pengguna internal dalam bentuk APK. Pertimbangannya, data bersifat sensitif, sehingga perlu dikelola oleh admin yang ditunjuk. Aplikasi saat ini sudah berjalan dalam tahap pengembangan dan pratinjau telah diperlihatkan kepada Donny Irawan, namun belum dipresentasikan secara resmi.

Rahmat juga menyatakan siap memperbaiki bug dan menambah fitur sesuai masukan PMI, tanpa biaya. Apabila sistem sudah matang, aplikasi dapat diduplikasi untuk daerah lain seperti Waropen.

Karya Nyata untuk Daerah

Rahmat tercatat telah mengembangkan beberapa aplikasi lain untuk Biak, di antaranya Biak Bersih yang menunjukkan lokasi tempat sampah, serta Peta Digital Biak yang memuat lokasi fasilitas umum seperti rumah sakit, masjid, gereja, kantor polisi, sekolah, kampung, perkantoran, hingga pemakaman. Seluruhnya dibuat secara gratis untuk kemudahan masyarakat.

Wolter Mendel menilai langkah ini patut menjadi motivasi bagi putra daerah lainnya. “Orang-orang hebat harus berdampak bagi tempat di mana mereka tinggal. Tidak hanya bicara, tapi berkarya,” tegasnya.

Butuh Dukungan Pemerintah

Meski sistem telah siap, para pegiat menilai penerapannya memerlukan ketegasan dan dukungan kebijakan, termasuk dari Bupati, agar ada pihak yang rutin mengoperasikan aplikasi. Donny juga mengusulkan keterlibatan TNI secara bergilir pada awal tahun untuk menjaga ketersediaan darah, serta pelibatan toko-toko dan pelaku usaha sebagai bentuk insentif dan dukungan bagi pendonor.

Komunitas Biak Bersaudara, yang selama ini membantu mencari donor melalui grup Facebook dan WhatsApp, menyambut baik kehadiran sistem ini karena dinilai mampu menjangkau lebih luas dengan data yang lebih akurat. (Mail-Saireri).



 

Artikel Terkait

DPC PDIP Biak Klaim Kemenangan BTM–CK di Biak Numfor, Unggul 56 Persen

Redaksi

Gempa Bumi M8.7 di Pesisir Timur Kamchatka, Rusia, Berpotensi Tsunami di Wilayah Indonesia, BMKG Imbau Masyarakat Waspada

Redaksi

Polres Biak Gendeng Seluruh Pihak Ciptakan Kondusifitas Wilayah

Mail