HeadlinePendidikan & Kesehatan

Rakor Malaria Center, Waropen Peringkat 13 Kasus Malaria Se Papua

WAROPEN- Pemerintah Kabupaten Waropen dalam hal ini Dinas Kesehatan bersama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Papua melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) malaria center di Gedung Pertemuan Pemda Waropen di Waren, Jumat (17/09/20201.

Kegiatan dibuka Bupati Melalui Wakil Bupati Waropen Lamek Maniagasi,SE, dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Waropen Ny Grace Bisai, Kapolres Waropen AKBP. Naharuddin, S.Sos., Perwira Pengubung Kodim 1709 Yawa/Yapen Waropen Mayor Inf Mayor Inf Gunawan Wibisono dan Pimpinan-Piminan OPD.

Sampai dengan saat ini malaria menjadi masalah kesehatan di Indonesia, termasuk di Provinsi Papua, untuk Kabupaten Waropen berada pada peringkat ke 13 Se Papua, kasus malaria di Waropen berjumlah 1.676 kasus dan angka API (Annual Parasite Incedence) mencapai angkat 63,4 persen.

Hal tersebut dikatakan Wabub Lamek Maniagasi SE saat menyampaikan sambutan Bupati. Ia menghimbau agar kampanye kelambu massal berjalan dengan baik mulai dari distribusi sampai evaluasi penggunaan kelambu, pengerakan kader kampung dan pemberdayaan masyarakat kampung, serta menciptakan lingkungan sehat bebas dair tempat malaria.

Disebutkan, bahwa program-program strategi malaria lainnya untuk menekan angka kesakitan pada penduduk, terutama ibu dan anak sebagai Populasi rentan malaria.

Untuk mencapai program percepatan eliminasi malaria Wabub Lamek Maniagasi menyampaikan, bahwa harus bersifat gerakan, konsisten dan sasaran yang jelas dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat dibawah koordinasi Kepala Daerah.

Strategi Penanganan malaria, pentingnya keterlibatan lintas sektor terkait melalui wada malaria center.

Sebelumnya, Tahun 2020 telah dilakukan pertemuan analisis situasi dan koordinasi lintas sektor untuk membentuk malaria center Kabupaten Waropen, Draf SK malaria suda tersedia yang beranggotakan berbagai lintas sektor dan stakeholder di Waropen. Jelas Wabub Lamek Maniagasi.

Tujuan Kegiatan tersebut adalah tersosialisasinya malaria center dan kebijakan percepatan eliminasi bagi lintas sektor/stakeholder anggota malaria. Mendapatkan masukan terhadap finalisasi SK malaria Center. Pembahasan awal rencana aksi daerah percepatan eliminasi malaria di Waropen 2021 sampai dengan 2023 dan menyusun rencana kerja sektoral malaria center dan penguatan sekretariat malaria center.

Hal senada pun disampaikan Silas Mabuai Penanggung Jawab Malaria Dinas Kesehatan Provinsi Papua bahwa kegiatan ini dapat menurunkan tingkat penyakit malaria di Kabupaten Waropen, Dimana Pentingnya Kerja Sama Lintas Sektor.

Ia menyebutkan bahwa Kabupaten Waropen berada pada peringkat ke 18 kasus terbanyak dari 29 Kabupaten/kota di Provinsi Papua.

Selanjutnya ia juga berharap, dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan gambaran atas usaha yang telah dilakukan dan hal-hal apa saja yang perlu kita lakukan bersama ke depan sehingga target eliminasi malaria di Papua khususnya di Waropen bisa tercapai. (afp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button