Papua Global News
Bupati Waropen Drs. Fransiscus Xaverius Mote.,M.Si dan Kepala Dinas Kesehatan Waropen dt. Jenggo Suwarko saat menyalami para Nakes Tenaga Bidan Waropen, Rabu (4/3).
HeadlinePendidikan & Kesehatan

Dilema Nakes di Pelosok Waropen: Antara Panggilan Tugas dan Pengabdian Keluarga

WAROPEN, PapuaGlobal.com– Krisis tenaga kesehatan, khususnya bidan, masih menjadi tantangan pelik yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Waropen. Di balik megahnya visi pembangunan, terdapat realita mengenai sulitnya menjaga konsistensi keberadaan bidan di tingkat kampung. Hal ini terungkap dalam rangkaian Musyawarah Cabang (Muscab) II Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Waropen baru-baru ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Waropen, dr. Jenggo Suwarko, Rabu (4/3) usai membuka kegiatan Muscab IBI Waropen, bersama Bupati Waropen Drs. Fransiscus Xaverius Mote.,M.Si mengungkapkan bahwa salah satu faktor utama yang menyebabkan kekosongan bidan di Puskesmas Pembantu (Pustu) maupun Pondok Bersalin Desa (Polindes) adalah dinamika sosial para tenaga kerja. Banyak bidan yang sudah ditempatkan di kampung akhirnya harus mengajukan pindah tugas karena mengikuti suami yang bekerja di luar daerah atau berpindah domisili.

“Kami memang masih kekurangan bidan di kampung-kampung. Kendalanya, banyak teman-teman bidan yang mengikuti suami, ada yang pindah tugas ikut suami. Ini fakta yang membuat pemenuhan standar tenaga kesehatan di lapangan menjadi tidak stabil,” ujar dr. Jenggo saat memberikan keterangan kepada media.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan standar ideal pelayanan kesehatan dasar. Menurut dr. Jenggo, setiap fasilitas kesehatan seperti Pustu seharusnya diisi oleh minimal tiga tenaga kesehatan (nakes) yang terdiri dari satu perawat, satu bidan, dan satu tenaga laboratorium. Namun, di Waropen, standar tersebut masih jauh dari kata terpenuhi akibat distribusi yang terhambat faktor personal dan geografis.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Waropen tidak tinggal diam melihat fenomena “eksodus” nakes ini. Di bawah kepemimpinan Bupati Yermias Bisai (Mote-Boari), Dinas Kesehatan menyatakan komitmen penuh untuk melakukan pemenuhan tenaga bidan secara besar-besaran pada tahun 2026. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh lini pelayanan kesehatan di 100 kampung tidak lagi mengalami kekosongan.

Pemerintah memandang tugas bidan sebagai profesi yang sangat mulia, terutama di wilayah dengan tantangan alam yang berat seperti Waropen. Bidan bukan sekadar petugas medis, melainkan pembawa “mukjizat” bagi keselamatan ibu dan bayi. Oleh karena itu, dukungan terhadap kesejahteraan dan kepastian tugas bidan menjadi prioritas agar mereka tetap bertahan mengabdi di garis terdepan, demi mewujudkan masyarakat Waropen yang sehat dan sejahtera secara berkeadilan.

Redaksi : EL

Artikel Terkait

Satu Abad Terang Injil di Gerbang Waropen

Redaksi

Asa Baru Ghondumi Sisare

Redaksi

Putus Ketergantungan Jalur Laut, Warga Soyoi Mambai Bangun Jembatan Darurat

Redaksi