Papua Global News
Cetak Sawah Rakyat
Yon TP 860/NSK Waropen saat Panen Raya bersama Forkompimda di sawah Kampung Ruambak Jaya SPVII, Waropen, Kamis (20/8).
Ekonomi & BisnisHeadlineLintas Daerah

Dari Barak ke Sawah, TNI Rajut Ketahanan Pangan

LAPORAN – MAIL – WAROPEN

Menjelang Siang,  Kamis (20/8), matahari bersinar cerah di atas Kampung Ruambak Jaya SP VII. Hamparan padi menguning berpadu dengan kolam-kolam lele dan kandang ayam yang riuh, kandang sapi—pemandangan yang jarang ditemui di tanah Papua, namun kini menjadi kebanggaan baru bagi Kabupaten Waropen. Di sinilah Yonif TP 860/NSK menggelar panen raya hasil ketahanan pangan (Hanpangan), sebuah momen yang bukan sekadar seremoni, melainkan buah dari kerja keras dan komitmen panjang menjaga kedaulatan pangan di wilayah perbatasan sesuai visi dari Presiden RI Prabowo Subianto dalam Asta Cita Nasional-nya.

Sejak pagi, suasana kampung sudah ramai. Petani lokal berbaur dengan prajurit TNI YON TP 860 NSK bersama para Penyuluh Pertanian, bersiap untuk panen raya. Tawa dan obrolan ringan mengiringi kerja bersama itu, seolah menegaskan bahwa sekat antara aparat dan warga sudah mencair, tergantikan oleh semangat gotong royong.

alt
Kadis Pertanian Max Satia bersama Perwira Penghubung

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Waropen, Max Satia, hadir mewakili Bupati Waropen Fransiscus Xaverius Mote. Berdiri di tengah hamparan sawah, ia memandang jauh ke arah lahan yang sudah mulai menguning dan terlihat bulir-bulir berasnya, seluas kurang lebih 5 ha. Turut hadir  Kapolres dan Wakapolres Waropen serta Perwira Penghubung, juga Kadis Perikanan Helena Ramandei, Dinas Peternakan.

“Waropen ini punya potensi besar—laut, sungai, dan lahan yang subur. Tinggal bagaimana kita mau kelola dengan baik,” ujarnya penuh keyakinan membacakan sambutan bupati Waropen pada awal kegiatan.

Bagi Max, panen ini bukan sekadar tentang padi, lele, atau ayam yang siap dipanen. Ini tentang harapan. Harapan bahwa pangan lokal tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat Waropen. “Ada pangan lokal yang perlu kita pertahankan, sekaligus kita kembangkan agar menjadi sumber penghidupan,” katanya.

Di sudut lain, hadir pula Kepala Dinas Perikanan Waropen, Helena Ramandei, bersama staf dan perwakilan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Kehadiran mereka melengkapi gambaran bahwa ketahanan pangan di Waropen bukan kerja satu sektor, melainkan hasil rajutan lintas dinas dan lintas komponen.

Sementara itu, Komandan Batalyon Yonif TP 860/NSK, Letkol Inf. Alfa Erydani, berjalan menyusuri kolam lele didampingi Kadis Perikanan Ibu Helena Ramandei,  sembari menjelaskan struktur satuannya. Sembilan kompi berada di bawah komandonya, tiga di antaranya adalah kompi senapan, ditambah satu kompi markas serta kompi bantuan dan konstruksi yang justru menjadi motor penggerak program pertanian dan peternakan ini. Program ketahanan pangan dari Ikan sebagai sumber protein yang bisa dikembangkan dengan mudah.

Ibu Helena Ramandei yang berasal dan lama bertugas sebagai Kabid Budidaya Perikanan menganggap program ini sangat penting karena membantu perekonomian keluarga, dan juga pengembangan ini bisa menjadi arah yang positif untuk masyarakat sekitar mulai belajar untuk membudidayakan ikan Air Tawar, yang mana juga memiliki potensi dan nilai ekonomi yang tinggi.

Terlebih di Waropen seringkali dilanda badai, dan anginsehingga menyebabkan nelayan lokal tidak melaut, namun dengan adanya budidaya ikan Air Tawar ada pilihan protein lain di dapur yang bisa menjadi alternatif utama masyarakat di Waropen yang heterogen.

Sementara Letkol.Inf Alfa Erydani mengakui dalam beberapa bulan terakhir anggotanya dalam Kompi Ketahanan Pangan Pertanian menggarap lahan pertanian, bukan tanpa halangan dan rintangan. Dia berharap dengan dimulainya Ketahanan Pangan di Waropen, YON TP 860/NSK mampu berkontribusi nyata dalam membangun ketahanan pangan didaerah tersebut.

Danyon TP 860 – Letkol. Inf Erydani Bersama Satuan Ketahanan Pangan

“Kami bukan cuma menjaga keamanan. Ketahanan pangan juga bagian dari tugas kami,” ujar Letkol Alfa dengan nada tegas namun hangat. Baginya, setiap kompi punya peran strategis tersendiri—dan kompi konstruksi yang mengolah lahan menjadi ladang produktif ini adalah bukti bahwa prajurit TNI bisa hadir dalam wajah yang berbeda: bukan hanya sebagai penjaga garis depan, tapi juga sebagai penggerak ekonomi rakyat.

Ia menyadari, tantangan ke depan tidak ringan. Perkembangan teknologi dan dinamika ekonomi global menuntut kerja sama semua pihak, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. “Yonif TP 860 berkomitmen untuk terus menjaga ketahanan pangan ini,” tegasnya, seolah menutup dengan janji yang akan terus diperjuangkan.

Padi yang menguning kini berpindah ke tangan-tangan yang menantinya, ikan lele yang segar diangkat dari kolam, dan ayam – ayam yang gemuk siap dipanen. Semua itu bukan sekadar hasil bumimelainkan simbol dari sebuah kolaborasi: antara pemerintah, TNI, dan masyarakat yang bersama-sama merajut mimpi ketahanan pangan di ujung timur Indonesia.

Bagi warga Ruambak Jaya, panen raya hari ini mungkin akan berlalu. Namun benih harapan yang ditanam bersama prajurit TNI dan pemerintah daerah itu, diyakini akan terus tumbuh menjaga Waropen tetap berdaulat atas pangannya sendiri.

Artikel Terkait

Sinergi TNI dan Masyarakat, Distrik Waropen Bawah Gelar Aksi Bersih Lingkungan di Enam Kampung

Redaksi

Bupati Waropen Buka Rakor Distrik dan Kampung, Salurkan Dana Ketahanan Pangan 2025

Redaksi

Polres Biak Numfor Gelar Panen Raya Jagung Tahap II

Mail