WAROPEN – Pemerintah Kabupaten Waropen secara resmi menyalurkan Dana Pemberdayaan Kampung Tahun Anggaran 2026 senilai Rp1,1 miliar kepada 11 kampung, Selasa (28/7/2026).
Sebanyak 10 kampung penerima berada di Distrik Walai, sementara satu kampung lainnya berada di Distrik Masirei. Penyerahan dana berlangsung di Gereja GKII Jemaat Saldis dan dihadiri unsur pemerintah daerah, kepala distrik, para kepala kampung, tokoh masyarakat, serta perwakilan TNI dan Polri.
Penyaluran dana tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Waropen dalam mempercepat pembangunan kampung dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program yang menjawab kebutuhan warga.
Dana pemberdayaan diharapkan digunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan pelayanan dasar, serta berbagai program prioritas di masing-masing kampung.
Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si., menegaskan bahwa dana yang diterima merupakan amanah pemerintah yang harus dikelola sesuai ketentuan dan dipertanggungjawabkan secara terbuka.
“Dana yang diterima harus benar-benar memberikan manfaat nyata kepada masyarakat dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan di tingkat kampung,” ujar Mote.
Ia mengajak seluruh pemerintah kampung menjadikan penyaluran dana tersebut sebagai momentum untuk mempercepat pembangunan, memperkuat pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program yang produktif serta berkelanjutan.
“Dana pemberdayaan ini bukan sekadar bantuan anggaran, melainkan bentuk kepercayaan pemerintah kepada kampung untuk membangun wilayahnya sendiri. Karena itu, seluruh kepala kampung harus mengelolanya secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Waropen juga meminta masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan setiap program serta mempertahankan semangat gotong royong agar penggunaan anggaran benar-benar menjawab kebutuhan kampung.
Dengan penyaluran Dana Pemberdayaan Kampung Tahun Anggaran 2026 tersebut, pembangunan di Distrik Walai dan Distrik Masirei diharapkan berjalan lebih optimal, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.


