WAROPEN, PapuaGlobal.com | Pemerintah Kabupaten Waropen bergerak cepat dalam membenahi sistem layanan kesehatan di tingkat distrik dan kampung. Melalui momentum Musyawarah Cabang (Muscab) II IBI Waropen, Bupati Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si, yang juga dihadiri Kadinkes Waropen dr. Jenggo Suwarko, dan juga Ketua Pengurus IBI Papua Regina Fransina Warwe, M.Kes Bdn melalui daring, Rabu (4/3). Bupati menginstruksikan pengurus IBI yang baru dilantik untuk memprioritaskan program pemerataan bidan guna mengisi kekosongan di 100 kampung yang tersebar di 11 Distrik di Waropen.
Ketua IBI terpilih, Yosefina Sawaki, kini mengemban tugas spesial dan menantang untuk memperkuat lembaga profesi ini agar lebih kontributif terhadap kebijakan daerah dalam wujudkan Waropen Sejat. Bupati F.X Mote menegaskan bahwa IBI tidak boleh hanya sekadar organisasi, melainkan harus menjadi mesin penggerak bagi para bidan desa agar mampu bekerja secara profesional dan maksimal di wilayah penugasan masing-masing.
Bupati FX Mote saat diwawancarai menyoroti fakta bahwa Kabupaten Waropen memiliki 100 kampung yang semuanya membutuhkan kehadiran bidan desa yang kompeten. Saat ini, tercatat ada 89 tenaga bidan yang terdata, namun tantangan utamanya adalah bagaimana pengetahuan dan kehadiran fisik mereka benar-benar dirasakan oleh masyarakat di pelosok, bukan hanya di pusat kota.
“Tugas utama hari ini adalah semua kampung harus memiliki bidan desa. Kita harus perkuat lembaga ini agar distribusi nakes benar-benar menjangkau seluruh wilayah. Pengetahuan yang dimiliki para bidan harus didistribusikan secara merata ke kampung-kampung untuk memperkuat layanan dasar,” tegas Bupati Mote.
Selain distribusi tenaga, Bupati juga meminta IBI untuk berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK. Sinergi ini dianggap strategis karena PKK memiliki jaringan hingga ke rumah tangga. Jika bidan desa, kader posyandu, dan anggota PKK berjalan beriringan, maka pengawasan terhadap ibu hamil dan balita dapat dilakukan secara door-to-door atau melalui kunjungan rumah.
Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah dalam menghadirkan kesejahteraan yang berkeadilan. Dengan pengurus IBI yang baru, Bupati optimis bahwa tantangan geografis Waropen dapat diatasi melalui manajemen tenaga kesehatan yang lebih solid. Ke depannya, setiap ibu hamil di Waropen diharapkan dapat melahirkan dengan aman berkat kehadiran bidan yang siaga di setiap kampung.
Sementara Kadis Kesehatan Waropen dr. Jenggo Suwarko mengatakan dengan terpilihnya pengurus baru di IBI Waropen dinas kesehatan mendukung penuh karena kata dr Jenggo merekalah ujung tombak pelayanan di kampung kampung.
“Memang kami masih kekurangan bidan di kampung, baik di puskesmas, pustu, yang seharusnya bisa terpenuhi semua. Standarnya adalah ada Polindes, Pustu dan harus ada tiga nakes, satu perawat, bidan dan tenaga lab. Harusnya. Tapi kami memang di Waropen masih banyak kekurangan. Banyak teman-teman bidan mengikuti suami ada yang pindah tugas ikut suami. Tapi tidak memungkiri di tahun 2026 dibawah pimpinan Mote-Boari kami dinas Kesehatan mendukung pemenuhan tenaga kesehatan bidan. Untuk bisa mengisi lini pelayanan,” tandas dr. Jenggo yang sudah melanglang buana di Sejumlah Kabupaten di Saireri untuk berdinas baik sebagai profesi dokter maupun sebagai pejabat kesehatan.
Redaksi : EL



