Papua Global News
11
Ketua DPRK Waropen Yeneke Dippan dan Ketua KAPP Waropen Andre Wonatorei.
HeadlineSosial & Politik

Soroti Kualitas Program MBG di Waropen: PDI-P dan Kadin Adat Desak Pemberdayaan Potensi Lokal

WAROPEN – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Waropen mendapat perhatian serius dari kalangan legislatif dan pelaku usaha lokal. Program nasional ini diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi motor penggerak ekonomi bagi petani, peternakan, dan nelayan di Kabupaten Waropen.
Ketua Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) sekaligus pengurus DPC PDI-P Waropen, Andre Wonatorei, menyoroti adanya temuan daging ayam yang tidak segar dan pengolahannya yang kurang matang dalam menu MBG di beberapa sekolah.
“Kita temukan di lapangan, ada daging yang masih berdarah dan tidak termakan oleh siswa. Ini terjadi karena bahan baku seperti ayam lebih banyak didatangkan dari luar daerah seperti Biak dan Yapen dalam kondisi tidak segar,” ungkap Andre akhir pekan kemarin.
Ia menegaskan bahwa Waropen memiliki lahan yang luas dan sumber daya alam melimpah untuk mandiri secara pangan. Andre mendesak pemerintah untuk melibatkan masyarakat adat dalam penyediaan lahan pertanian dan peternakan.
“Kenapa harus ambil dari luar? Kita punya tanah luas untuk peternakan ayam dan sayur. Jika dikelola dengan baik bersama masyarakat adat, ekonomi lokal akan terdongkrak. Selain itu, sarana prasarana dapur seperti jumlah kompor dan tenaga masak juga harus ditambah agar pengolahan makanan lebih maksimal,” jelasnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPRK Waropen, Yeneke S.K Dippan, S.Sos, menekankan bahwa operasional dapur MBG harus menjadi solusi bagi pencari kerja (pencaker) di Waropen.
“Kami meminta pemerintah membuka lowongan kerja secara profesional untuk tenaga masak dan pengelola dapur. Harus ada standar yang ditentukan agar menyerap tenaga kerja lokal kita sendiri,” ujar Yeneke yang juga ketua DPD PDI Perjuangan Waropen itu.
Yeneke mengakui bahwa saat ini sektor peternakan ayam di Waropen memang belum sepenuhnya siap memenuhi kebutuhan besar program MBG. Namun, hal ini tidak boleh dijadikan alasan untuk terus-menerus bergantung pada suplai luar daerah.
“Kami tidak menolak program MBG, tapi kami ingin program ini berdampak pada ekonomi daerah. Sambil program berjalan, pemerintah wajib menyiapkan infrastruktur sektor pertanian dan peternakan yang mumpuni. Paling tidak, ada bahan baku lokal wajib yang masuk ke dapur MBG,” tegas Ketua DPRK.
Catatan Penting untuk Pemerintah Daerah: Kualitas Pangan: Pastikan kelayakan dan kesegaran daging melalui pemeriksaan ketat; Mandiri Protein: Memanfaatkan lahan Waropen untuk suplai daging, ikan, telur, dan sayuran secara mandiri; Efisiensi Anggaran: Mengalihkan perputaran uang dari luar daerah kembali ke kantong masyarakat Waropen; Profesionalisme Dapur: Penambahan fasilitas dapur dan perekrutan tenaga kerja lokal yang kompeten.
Pihak PDI-P Waropen berharap pemerintah daerah segera merespons catatan ini agar program MBG di tahun-tahun mendatang benar-benar membawa kesejahteraan yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Waropen. (il).

Artikel Terkait

Satu Abad Terang Injil di Gerbang Waropen

Redaksi

Asa Baru Ghondumi Sisare

Redaksi

Putus Ketergantungan Jalur Laut, Warga Soyoi Mambai Bangun Jembatan Darurat

Redaksi