HeadlineInfo Papua

Dua Tim Turun Ke Lapangan, Disdukcapil Waropen Lakukan Layanan Mobile Administrasi Kependudukan

WAROPEN-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Waropen melakukan pelayanan Administrasi Kependudukan ke Kampung-kampung.

Dua Distrik Sebelah Barat Kabupaten Waropen, Distrik Inggerus dan Distrik Wapoga, sedangkan dua distrik yang didatangi di sebelah Timur adalah Distrik Masirei dan Distrik Demba.

Pihaknya menargetkan dari dua tim yang turun kampung, seluruh dokumen kependudukan maupun pencatatan sipil bisa dilayani semaksimal mungkin.

Rata-rata perkampungnya dalam satu distrik sendiri paling banyak 10 kampung. Dia menargetkan dari total 4 distrik yang ada, tim yang ditugasi untuk pelayanan langsung ke kampung-kampung ini mampu menyelesaikan tugas pelayanan administrasi kependudukan ini selama 10 hari kerja.

01357
Pose Bersama di Dermaga Kali Sanggei Sebelum Berangkat Ke Distrik Masirei, Kamis (06/05/21).

“Target kami turun lapangan ke kampung-kampung ini adalah terlayani terlayani nya kebutuhan administrasi dokumen kependudukan masyarakat di tempat yang kita kunjungi. Selain dari dua tim yang turun lapangan ke kampung dan distrik itu, kita juga siapkan satu tim untuk standby dikantor,” ungkap Kadispendukcapil Waropen Estepanus Pasulu, ditemui di Pelabuhan Sanggei, Kamis (6/5).

Pelayanan turun lapangan ke kampung ini, kata Pasulu, menjadi bagian penting dari sebuah pelayanan public dari pemerintah. Karena dengan cara itulah kebutuhan dokumen kependudukan masyarakat bisa terpenuhi, sebab ada beberapa bantuan social dari pusat dan juga menyangkut pendataan kependudukan yang menjadi kebutuhan bersama baik pemerintah maupun masyarakat itu sendiri.

“Apalagi kita daerah pesisir, transportasi masih sulit. Makanya kita turun lapangan dan mendekatkan pelayanan,” terang Pasulu.

Sumber anggaran kegiatan turun lapangan ini kata Estepanus berasal dari Dana Alokasi Khusus, melalui transfer dana non fisik Kabupaten Waropen untuk pelayanan kabupaten Waropen dilakukan beberapa tahapan.

“Kami sudah alokasikan dana sesuaikan dengan izin prinsip, kita adakan 3 alat mobile pelayanan perekaman, karena alat yang lama, makanya kita minta izin prinsip dari Dirjen Dukcapil untuk pembelian alat mobile itu sebanyak 3 unit,” pungkas Pasulu. (il/af).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button