Deiyai – Kemarau panjang yang masih melanda Kabupaten Deiyai membuat air bersih menjadi kebutuhan yang semakin berharga bagi warga. Di tengah kondisi itu, Bupati Deiyai, Melkianus Mote, S.T., memilih turun langsung ke tengah masyarakat, memastikan air bersih benar-benar sampai ke tangan warga, Rabu (7/10/2026).
Langkah itu dimulai seusai Apel Kesiapsiagaan Satgas Penanggulangan Bencana Kekeringan Kabupaten Deiyai. Tak berhenti di lapangan apel, Bupati bersama jajaran terkait bergerak menyambangi sejumlah titik penampungan air yang selama musim kering ini menjadi tumpuan warga sekitar.
Tiga lokasi menjadi tujuan penyaluran hari itu, yakni Kantor Kampung Idege, Kompleks Pasar, serta Komunitas Basis (Kombas) Katolik St. Stevanus, Yomeni. Di titik-titik inilah air bersih ditampung dan dibagikan agar dapat dijangkau warga di lingkungan sekitarnya.
Bagi Bupati, kemarau bukan persoalan yang bisa ditanggung pemerintah seorang diri. Ia menegaskan bahwa kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci untuk melewati masa sulit ini.
“Kita hadapi musim kemarau ini bersama-sama. Yang paling penting warga mendapatkan air bersih,” ujar Bupati.
Lebih dari sekadar menyalurkan air, Bupati juga menitipkan pesan jangka panjang. Ia berharap setiap komunitas masyarakat memiliki tempat penampungan air sendiri. Menurutnya, penampungan yang tersedia di lokasi-lokasi umum akan sangat membantu warga ketika kebutuhan air meningkat selama kemarau.
“Harap setiap komunitas masyarakat punya penampungan air,” pesannya.
Penyaluran air bersih ini merupakan bagian dari kerja Satgas Penanggulangan Bencana Kekeringan Kabupaten Deiyai. Satgas yang melibatkan unsur BPBD, Satpol PP, Kodim 1703/Deiyai, dan Polres Deiyai tersebut telah bekerja di lapangan, mulai dari menyediakan air bersih hingga membantu memadamkan kebakaran di sejumlah titik.
Pemerintah Kabupaten Deiyai pun mengajak seluruh masyarakat untuk bergandeng tangan menghadapi musim kemarau: menjaga lingkungan, menggunakan air secara bijak, serta menyiapkan penampungan air di lingkungan masing-masing. Dengan begitu, distribusi air bersih diharapkan dapat menjangkau lebih banyak warga hingga musim hujan kembali tiba. (Abet Mote).

