WAROPEN, PapuaGlobal.Com | Sebuah pemandangan yang tak lazim sekaligus menyentuh hati terjadi di Lapangan Elias Paprindey, Senin (2/3). Di bawah terik matahari, Bupati Waropen Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si bersama Wakil Bupati Yoel Boari menunjukkan dedikasi luar biasa dalam momen penyerahan SK CPNS dan P3K Formasi K2 Tahun 2021.
Bukan sekadar prosesi seremonial, Bupati Fransiscus Mote memilih untuk berdiri tegak tanpa lelah selama berjam-jam demi menyerahkan langsung SK kepada sekitar 500 orang penerima. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Bupati ingin memastikan bahwa setiap tanda tangan yang ia bubuhkan di atas kertas negara tersebut diterima langsung oleh tangan yang berhak—pemilik sah SK tersebut.
“Ini adalah bentuk tanggung jawab moral saya. Saya ingin memastikan langsung bahwa perjuangan mereka selama ini sampai ke tangan yang tepat tanpa ada perantara,” tegas Bupati di akhir prosesi.
Suasana berubah haru saat antusiasme pegawai memuncak. Di tengah barisan, tampak seorang penerima SK tak kuasa membendung air mata. Sebagai bentuk ungkapan syukur yang tak terhingga atas penantian selama 12 tahun lebih, ia bersujud dan mencium kaki kedua pimpinan daerah tersebut.


Momen ini menjadi simbol betapa besarnya harapan yang digantungkan masyarakat kepada kepemimpinan Mote-Boari. Bagi para honorer, SK ini bukan sekadar kertas, melainkan kepastian hidup setelah belasan tahun mengabdi dalam ketidakpastian.
Di tahun pertama kepemimpinannya, pasangan Mote-Boari menjadikan momen ini sebagai suntikan motivasi bagi mesin birokrasi Waropen. Sambil menyerahkan SK, Bupati menatap langsung mata para pegawainya dan menitipkan pesan mendalam.
“Gunakan SK ini sebagai semangat baru. Saya minta jaga etos kerja, tegakkan disiplin, dan bekerjalah secara total di masing-masing OPD. Kami berjuang untuk status kalian, maka kalian harus berjuang untuk pelayanan masyarakat Waropen,” pesan Bupati dengan nada tegas namun memotivasi.
Kehadiran jajaran Forkopimda, termasuk Kapolres Waropen AKBP Iip Syarif Hidayat, menegaskan bahwa keberhasilan pengangkatan honorer ini adalah bagian dari strategi besar pemerintah dalam menjaga stabilitas keamanan dan tata kelola pemerintahan sesuai RPJMD.
Peristiwa di Lapangan Elias Paprindey hari ini akan dicatat sebagai sejarah—bukan hanya soal angka 500 SK, tapi soal ketulusan seorang pimpinan yang berdiri tanpa lelah demi menghargai pengabdian rakyatnya.
Redaksi : EL

