Papua Global News
210626-Hasil-BPK
HeadlineInfo Papua

Dari Disclaimer ke Harapan Baru: Setahun Mote–Boari Ubah Wajah Tata Kelola Waropen

Oleh Redaksi

Setahun kepemimpinan Bupati Waropen Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si dan Wakil Bupati Yowel Boari menjadi catatan penting dalam perjalanan tata kelola pemerintahan Kabupaten Waropen. Di bawah kepemimpinan pasangan Mote – Boari, Kabupaten Waropen akhirnya mampu keluar dari jeratan opini disclaimer yang telah berlangsung selama kurang lebih 18 tahun.

Sejak tahun 2007, Pemerintah Kabupaten Waropen tidak memperoleh pendapat dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia atau BPK RI. Kondisi ini tentu menjadi beban berat bagi pemerintah daerah, karena opini disclaimer menunjukkan bahwa masih terdapat persoalan serius dalam penyajian laporan keuangan, penataan aset, pertanggungjawaban anggaran, serta sistem administrasi pemerintahan.

Namun, pada tahun ke-18 (2026) , Waropen akhirnya mampu keluar dari status disclaimer. Capaian ini bukanlah hasil kerja yang muncul secara tiba-tiba. Keberhasilan tersebut tidak terjadi seperti membalikkan telapak tangan. Di balik perubahan besar itu, terdapat kerja keras, komitmen, kolaborasi, dan kepemimpinan yang mampu menggerakkan seluruh perangkat pemerintahan untuk bekerja lebih tertib, lebih terbuka, dan lebih bertanggung jawab.

Bupati Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si bersama Wakil Bupati Yowel Boari menjadi aktor penting dalam mendorong perubahan tersebut. Keduanya membangun pola kepemimpinan yang menekankan pentingnya kolaborasi kinerja antara Organisasi Perangkat Daerah, pihak legislatif, serta semua pihak yang terlibat dalam penggunaan APBD Kabupaten Waropen Tahun 2025.

Salah satu kunci keberhasilan keluar dari disclaimer adalah meningkatnya kesadaran setiap OPD untuk proaktif mempertanggungjawabkan kinerjanya masing-masing. Setiap organisasi perangkat daerah didorong untuk tidak bekerja sendiri-sendiri, tetapi saling berkoordinasi, membuka data, melengkapi dokumen, serta memperbaiki laporan pertanggungjawaban sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam konteks ini, pembenahan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu atau dua instansi teknis. Seluruh OPD memiliki peran penting. Mulai dari perencanaan program, pelaksanaan kegiatan, penggunaan anggaran, pelaporan keuangan, hingga penataan administrasi dan aset daerah harus dilakukan secara disiplin dan terukur.

Selain eksekutif, peran legislatif juga tidak dapat diabaikan. DPRK Waropen menjadi bagian penting dalam proses pengawasan, pembahasan anggaran, serta penguatan fungsi kontrol terhadap penggunaan APBD. Kolaborasi antara eksekutif dan legislatif menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong tata kelola keuangan daerah yang lebih baik.

Keberhasilan Waropen keluar dari disclaimer juga melibatkan semua pihak pengguna APBD Kabupaten Waropen Tahun 2025. Setiap pihak yang menggunakan anggaran daerah memiliki kewajiban moral dan administratif untuk mempertanggungjawabkan penggunaan dana publik secara baik, benar, transparan, dan sesuai aturan.

Selama ini, persoalan disclaimer tidak hanya berkaitan dengan angka dalam laporan keuangan. Di dalamnya terdapat persoalan kedisiplinan administrasi, kelengkapan dokumen, pengelolaan aset, kepatuhan terhadap regulasi, serta kemampuan pemerintah daerah dalam membuktikan bahwa anggaran yang digunakan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, langkah pasangan Mote – Boari dalam mendorong kolaborasi lintas OPD dan lintas lembaga menjadi sangat strategis. Pemerintah daerah tidak lagi menempatkan masalah laporan keuangan sebagai urusan teknis semata, tetapi sebagai tanggung jawab bersama seluruh penyelenggara pemerintahan daerah.

Bupati Fransiscus Xaverius Mote dan Wakil Bupati Yowel Boari mampu membangun kesadaran bahwa keluar dari disclaimer adalah harga diri daerah. Opini BPK bukan hanya simbol administrasi, tetapi juga ukuran kepercayaan publik terhadap pemerintah. Ketika laporan keuangan daerah semakin tertib dan dapat dipertanggungjawabkan, maka kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah juga semakin kuat.

Capaian ini menjadi bukti bahwa Waropen mampu berubah apabila seluruh pihak memiliki komitmen yang sama. OPD bekerja lebih proaktif, pimpinan daerah memberikan arahan yang jelas, legislatif menjalankan fungsi pengawasan, dan para pengguna anggaran menunjukkan tanggung jawab dalam mengelola APBD.

Meski demikian, keberhasilan keluar dari disclaimer tidak boleh membuat pemerintah daerah cepat puas. Justru capaian ini harus menjadi pintu masuk untuk membangun sistem pemerintahan yang lebih kuat, lebih transparan, dan lebih akuntabel. Waropen harus terus menjaga ritme pembenahan agar capaian tersebut tidak hanya menjadi prestasi sesaat, tetapi menjadi budaya kerja baru dalam birokrasi.

Ke depan, tantangan Pemerintah Kabupaten Waropen adalah mempertahankan dan meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah. Penataan aset harus terus dilanjutkan. Kedisiplinan OPD dalam menyusun laporan harus terus diperkuat. Pengawasan internal harus semakin efektif. Koordinasi antara eksekutif, legislatif, dan seluruh pihak pengguna APBD juga harus terus dijaga.

Bagi masyarakat Waropen, keberhasilan keluar dari disclaimer selama 18 tahun merupakan kabar baik. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah sedang bergerak ke arah yang lebih baik. Pengelolaan keuangan yang semakin tertib diharapkan dapat berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembangunan dan pelayanan publik.

Ketika APBD dikelola secara baik, maka program pembangunan dapat berjalan lebih tepat sasaran. Pelayanan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi masyarakat, pemberdayaan kampung, dan pelayanan dasar lainnya dapat semakin diperkuat. Dengan demikian, perbaikan tata kelola keuangan bukan hanya urusan laporan, tetapi juga berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.

Setahun kepemimpinan Mote – Boari telah memberikan sinyal kuat bahwa Waropen mampu bangkit dari persoalan panjang yang selama ini membayangi tata kelola pemerintahan daerah. Keluar dari disclaimer setelah 18 tahun adalah bukti bahwa perubahan dapat terjadi ketika ada kepemimpinan yang tegas, birokrasi yang mau bekerja, legislatif yang mendukung pengawasan, dan seluruh pengguna anggaran yang bertanggung jawab.

Waropen hari ini telah memulai babak baru. Dari daerah yang selama bertahun-tahun berada dalam jeratan disclaimer, kini Waropen mulai menata diri menuju pemerintahan yang lebih tertib, transparan, dan dipercaya. Capaian ini adalah hasil kerja bersama, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa kepemimpinan Bupati Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si dan Wakil Bupati Yowel Boari menjadi motor utama dalam menggerakkan perubahan tersebut.

Dengan semangat kolaborasi, tanggung jawab, dan komitmen menjaga kepercayaan rakyat, Waropen memiliki peluang besar untuk terus memperbaiki kualitas pemerintahan. Keluar dari disclaimer bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari perjalanan baru menuju Waropen yang lebih maju, lebih bersih, dan lebih bermartabat dalam mewujudkan “Waropen Bangkit, Mandiri dan Sejahtera Yang Berkeadilan.”