Papua Global News
230726-kepala-suku-risei
Kepala Suku Masyarakat Adat Riseisayati Yohan Rumayomi.
Headline

Kepala Suku Riseisayati Kecam Pembunuhan Warga Sipil, Desak Pelaku Diproses Hukum

WAROPEN – Kepala Suku Masyarakat Adat Riseisayati, Kabupaten Waropen, Yohan Rumayomi, mengecam keras tindakan pembunuhan terhadap warga sipil yang diduga dilakukan oleh kelompok TPM/OPM.

Yohan menegaskan, segala bentuk kekerasan yang menghilangkan nyawa masyarakat sipil, termasuk Orang Asli Papua (OAP), tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

Pernyataan tersebut disampaikan Yohan Rumayomi di Waropen, Jumat (24/7/2026), sebagai bentuk keprihatinan masyarakat adat terhadap aksi kekerasan yang terus menimbulkan korban jiwa dan ketakutan di tengah masyarakat.

“Kami sebagai masyarakat adat menolak dengan tegas segala bentuk pembunuhan terhadap warga sipil, terlebih apabila korbannya adalah Orang Asli Papua. Nyawa manusia harus dihormati, dijaga, dan dilindungi,” tegas Yohan.

Menurutnya, masyarakat adat menginginkan kehidupan yang aman, damai, serta terbebas dari ancaman dan tindakan kekerasan. Pembunuhan terhadap warga sipil, kata dia, tidak hanya merenggut hak hidup korban, tetapi juga meninggalkan penderitaan mendalam bagi keluarga serta menciptakan rasa takut di lingkungan masyarakat.

Yohan mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas setiap kasus pembunuhan terhadap masyarakat sipil dan menangkap para pelaku untuk diproses sesuai hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Siapa pun pelakunya harus bertanggung jawab. Penegakan hukum harus dilakukan secara tegas, adil, dan transparan agar keluarga korban memperoleh kepastian hukum serta masyarakat merasa aman,” ujarnya.

Ia menilai, tidak boleh ada pihak yang menggunakan kepentingan politik, ideologi, maupun alasan perjuangan tertentu untuk membenarkan tindakan pembunuhan terhadap masyarakat yang tidak bersenjata.

Yohan juga mengajak seluruh elemen masyarakat Papua untuk menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi, serta tidak memberikan ruang bagi tindakan kekerasan yang dapat mengganggu keamanan dan kehidupan sosial masyarakat.

“Kita harus bersama-sama menjaga Tanah Papua agar tetap aman dan damai. Jangan biarkan kekerasan memecah persatuan dan menghancurkan masa depan generasi Papua,” katanya.

Ia berharap seluruh pihak mengedepankan dialog, menghormati hak hidup setiap manusia, serta menyelesaikan berbagai persoalan melalui cara-cara damai dan bermartabat.

“Papua membutuhkan kedamaian, bukan pertumpahan darah. Semua pihak harus menghentikan kekerasan demi masa depan Papua yang lebih aman, tenteram, dan sejahtera,” tutup Yohan Rumayomi.