Papua Global News
NASON UTI
Nason Uti saat menerima SK di Kantor DPP PPP di Jakarta
HeadlineInfo Papua

Nason Uti Resmi Pimpin DPW PPP Papua Tengah, Akhiri Polemik Internal

JAKARTA – Teka-teki kepemimpinan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Provinsi Papua Tengah akhirnya terjawab. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada Nason Uti sebagai Ketua DPW PPP Provinsi Papua Tengah.

Penyerahan SK yang berlangsung di Jakarta pada pekan lalu tersebut sekaligus menyudahi dinamika serta polemik internal yang sempat mewarnai proses pembentukan kepengurusan di provinsi baru hasil pemekaran tersebut.

Nason Uti menegaskan bahwa dengan legalitas ini, tugas utama yang menantinya adalah kerja nyata dan konsolidasi total. Ia menyatakan tidak ingin terjebak dalam pusaran urusan internal yang berlarut-larut.

“Kami tidak mau berlama-lama dengan urusan internal. SK sudah jelas. Sekarang waktunya turun dan rapatkan barisan,” ujar Nason kepada Papua Global, Kamis (12/2).

Sebagai nahkoda baru, Nason menyadari tantangan geografis dan sosio politik di Papua Tengah yang cukup kompleks. Ia berencana melakukan pembenahan struktur partai secara menyeluruh, mulai dari tingkat wilayah hingga ke tingkat kabupaten dan distrik.

Langkah awal yang akan diambil adalah merangkul kembali seluruh kader, termasuk pihak-pihak yang sebelumnya memiliki perbedaan pandangan politik selama masa transisi kepemimpinan.

“Tidak ada lagi kubu-kubuan. PPP ini rumah bersama. Kalau terus bertengkar, masyarakat juga malas melihat kita,” katanya menambahkan.

Keputusan DPP menunjuk Nason Uti didasarkan pada hasil evaluasi organisasi yang menilai dirinya mampu memperkuat mesin partai di wilayah otonomi baru (DOB). Namun, ekspektasi besar datang dari para kader di lapangan.

Seorang kader senior di Nabire yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa selama ini eksistensi partai dirasa kurang maksimal. Ia berharap di bawah kepemimpinan Nason, PPP tidak hanya muncul saat momentum pemilu saja, tetapi aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Menanggapi hal tersebut, Nason Uti optimistis dapat mengembalikan kepercayaan publik dan menaikkan elektabilitas partai di tengah persaingan politik yang cair di Papua Tengah.

“Target kami jelas, kursi harus bertambah. Tapi itu tidak bisa dicapai kalau kerja setengah-setengah,” tegas Nason menutup pembicaraan.

 Abet Mote