WAROPEN – Suasana penuh keceriaan, tawa, dan semangat mewarnai peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Waropen.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Elias Papindrei, Waren, Kamis (23/7/2026), tersebut mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan.”
Peringatan Hari Anak Nasional itu diikuti ratusan anak dari berbagai sekolah, para guru, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Waropen.
Bupati Waropen, Drs. Fransiskus Xaverius Mote, M.Si., yang membuka kegiatan secara resmi, mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan perhatian, perlindungan, dan kasih sayang kepada anak-anak sebagai generasi penerus pembangunan daerah.
Menurut Bupati, anak-anak harus memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, bermain, mengembangkan potensi, serta bertumbuh dalam lingkungan yang aman dan terbebas dari berbagai bentuk kekerasan.
“Berbeda itu biasa, berteman itu luar biasa. Mari kita ciptakan dunia yang aman dan penuh kasih bagi setiap anak Indonesia. Jauhkan anak-anak dari segala bentuk kekerasan, terutama di lingkungan keluarga dan sekolah,” ujar Fransiskus Xaverius Mote.
Ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif keluarga, sekolah, lembaga keagamaan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
Selain menjadi ruang hiburan dan kebersamaan, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi mengenai pentingnya pemenuhan hak anak, pencegahan kekerasan, serta peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Kepala DP3AP2KB Kabupaten Waropen, Dina A. Samori, S.E., M.H., mengatakan bahwa peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan semua pihak bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk hidup, belajar, bermain, menyampaikan pendapat, dan berkembang sesuai potensi yang dimilikinya.
“Hari Anak Nasional mengingatkan kita bahwa masa depan bangsa dimulai dari kepedulian kepada anak-anak hari ini. Suara mereka harus didengar, hak-haknya harus dipenuhi, dan masa depannya harus dilindungi,” kata Dina.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergandengan tangan mewujudkan Kabupaten Waropen sebagai daerah yang ramah dan peduli terhadap anak.
“Mari bersama-sama mewujudkan Waropen yang peduli anak, agar setiap anak dapat tumbuh dengan aman, bahagia, sehat, dan siap menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia 2045,” tambahnya.
Rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2026 ditutup dengan sesi foto bersama yang dipenuhi senyum dan keceriaan. Momen tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Waropen.
Melalui semangat Hari Anak Nasional 2026, Pemerintah Kabupaten Waropen berharap seluruh elemen masyarakat terus membangun lingkungan yang aman, nyaman, ramah, dan penuh kasih sayang bagi anak-anak. Sebab, dari tangan dan cita-cita anak-anak hari ini, masa depan Kabupaten Waropen akan dibangun. (Dody)

