Waropen, PapuaGlobal.Com | Pelantikan pengurus Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD), Lembaga Pengembangan Pesparawi Paduan Suara Anak dan Remaja (LP3K), dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) di Kantor Klasis GKI Waropen pada Selasa (16/09), menjadi momen penting bagi Bupati Waropen, Drs. F.X. Mote, M.Si, untuk mengukuhkan nilai-nilai persatuan dan toleransi.
Dalam sambutannya, Bupati Mote menegaskan bahwa Waropen adalah daerah yang kaya akan keberagaman suku, budaya, dan agama. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa mengedepankan toleransi. “Semua yang tinggal di tanah ini harus melaksanakan kebaikan,” ujarnya.
Pesan ini diperkuat dengan pengenalan filosofi lokal “Kanibararuko”, yang berarti “hukum saling mengasihi satu sama lain”. Bupati Mote menekankan bahwa ungkapan ini bukan sekadar kata-kata, melainkan prinsip hidup yang telah diwariskan para leluhur Waropen. Filosofi ini selaras dengan moto Pemerintah Daerah, “Ndi Sowosio Ndi Korako” yang bermakna “Kita Bersatu Kita Kuat”.
Perpaduan antara kearifan lokal “Kanibararuko” dan moto daerah ini diharapkan menjadi landasan bagi masyarakat untuk menjaga kerukunan dan membangun Waropen bersama. Melalui semangat persatuan yang kuat, Waropen dapat terus maju, menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan sejati untuk mencapai kemajuan.
“Semua yg tinggal idatas tanah ini harus melaksanakan kebaikan. Hukum saling mengasihi dengan satu sama lain. Itulah istilahnya masyarakat waropen KANIBARARUKO. Terimakasih kepada leluhur waropen,” pungkas Bupati Mote.
Redaksi : EL

