Papua Global News
Bupati Waropen didampingi unsur masyarakat dan OPD terkait usai menggelar Kick Off Konsultasi Publik I di Waropen, Kamis (11/09).
HeadlineInfo PapuaLintas DaerahNasional

Waropen Berpotensi Jadi Sentra Pembangunan Papua Utara dan Ibukota Provinsi Baru

Waropen – Bupati Waropen, Drs. F.X. Mote, M.Si., menyatakan bahwa Waropen memiliki posisi strategis untuk menjadi sentra pembangunan di Tanah Papua pasca-pemekaran enam provinsi baru. Dengan didorongnya provinsi ke tujuh di Tanah Papua saat ini yang mana Provinsi Papua Utara, disitu terdapat Kabupaten Biak Numfor, Kepulauan Yapen, Supiori dan Waropen, dan Posisi Kabupaten Waropen yang dijuliki Negeri Bakau itu lokasinya yang berada di tengah-tengah bentangan Pulau Papua, sehingga kata Bupati FX Mote, Waropen dinilai memiliki keunggulan geografis dan aksesibilitas yang luar biasa.

“Waropen menjadi sentra karena berada di tengah-tengah Pulau Papua yang membentang di enam provinsi saat ini, Untuk menuju ke wilayah pedalaman, aksesnya lebih cepat dari Waropen, jika ditinjau dari jarak antar wilayah,” ujar Bupati FX Mote.

Ia menjelaskan, jika dahulu pintu masuk ke wilayah pedalaman adalah Nabire, Timika, Jayapura, Merauke, atau Manokwari, kini Waropen dapat mengambil peran sentral tersebut. Dari Waropen, akses darat bisa dibuka ke beberapa wilayah di pedalaman seperti Intan Jaya, Puncak Jaya, Paniai. Juga berbagai wilayah pesisir seperti di Sarmi, Mamberamo Raya, Jayapura, Kota Jayapura, hingga Nabire, Manokwari, Teluk Wondama, hingga ke Sorong. Bahkan, akses ke Timika juga dapat dijangkau dari Waropen.

Waropen Siap Menjadi Ibukota Provinsi Papua Utara

Melihat potensi strategis ini, Bupati Mote secara terbuka mengusulkan Waropen sebagai Ibukota Provinsi Papua Utara.

“Kalau boleh kita rembuk bersama, teman-teman dari Kabupaten Kepulauan Yapen, Biak Numfor, Supiori kalau boleh sepakat dan ikhlaskan Kabupaten Waropen menjadi Ibukota dari Provinsi Papua Utara,” ucapnya, Kamis (11/9).

Menurut Bupati, Waropen memiliki semua potensi yang dibutuhkan, mulai dari pengembangan ekonomi, sentra perdagangan, hingga posisi geopolitik. Selain itu, Waropen juga memiliki kekayaan budaya dan sumber daya kelautan yang beragam.

Perempuan Waropen Punya Posisi Penting dalam Pembangunan

Bupati Mote juga menyoroti keunikan budaya Waropen yang memberikan posisi penting bagi perempuan. Dalam budaya Waropen, laki-laki disebut sebagai “Sera” dan perempuan sebagai “Musaba”, dan keduanya memiliki penghargaan yang setara.

“Saya sebagai orang yang datang untuk Waropen, dari karakter budaya yang berbeda, saya melihat Waropen memiliki masa depan untuk budaya menjadi contoh bagi budaya lain, yang mengedepankan perempuan sebagai penting dalam pembangunan,” tambahnya.

Ia menggarisbawahi bagaimana perempuan Waropen telah membuktikan perannya, bahkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Waropen saat ini adalah seorang perempuan.

“Kita tidak tahu ke depan bisa jadi ada bupati terpilih nanti juga seorang perempuan Waropen ataupun nanti gubernur dari provinsi baru ini adalah dari Waropen. Itu tidak salah,” pungkas Bupati Mote, optimis bahwa perempuan Waropen akan terus mengambil peran kepemimpinan yang strategis.

Redaksi : El

Artikel Terkait

Waropen Mulai Batasi Ruang Asap Rokok, Lindungi Anak dan Ibu Hamil

Redaksi

Lem Aibon dan Ganja Mulai Masuk ke Pemukiman, Saraf Generasi Muda Jadi Taruhan

Redaksi

Peringati HAB Ke-80, Bupati Waropen Tekankan Sinergi dan Moderasi Beragama

Redaksi