NABIRE, PapuaGlobal.Com | Respons cepat pemerintah pusat dan TNI terhadap bencana gempa bumi 6,6 SR di Nabire, Papua Tengah, ditunjukkan dengan kedatangan langsung Deputi Kedaruratan dan Logistik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayjen TNI Budi Irawan. Kunjungan ini didampingi langsung oleh Danrem 173/Praja Vira Braja, Brigjen TNI Frits W.R. Pelamonia, pada Sabtu (20/9/2025), untuk meninjau sejumlah lokasi terdampak gempa yang terjadi sehari sebelumnya.

Kunjungan ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah dan TNI, sekaligus memastikan langkah tanggap darurat berjalan optimal di lapangan. Rombongan berfokus pada dua infrastruktur vital yang dilaporkan mengalami kerusakan parah: Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire dan Jembatan Nabire. Keretakan pada jembatan dan kerusakan pada RSUD menjadi perhatian utama karena perannya yang sangat penting bagi layanan publik dan mobilitas warga pascagempa.
Sinergi Lintas Sektor untuk Pemulihan Cepat
Dalam kunjungannya, Mayjen TNI Budi Irawan memberikan apresiasi atas gerak cepat jajaran Korem 173/PVB dan pemerintah daerah. Ia menekankan pentingnya penilaian awal yang komprehensif terhadap infrastruktur yang rusak agar proses rehabilitasi bisa tepat sasaran.
“Kami memastikan bahwa segala kebutuhan logistik dan bantuan kedaruratan akan segera disalurkan, terutama bagi warga yang rumahnya rusak dan memerlukan tempat pengungsian,” ujar Mayjen Budi.
Peninjauan ini juga melibatkan unsur Forkopimda Papua Tengah, BPBD, serta para pejabat teknis BNPB. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat pendataan korban, penyaluran bantuan, dan pemulihan bagi masyarakat Nabire. Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, dan relawan hingga kini terus bekerja tanpa henti untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Kehadiran Danrem 173/PVB bersama Deputi BNPB ini menjadi harapan besar bagi masyarakat Nabire untuk mempercepat langkah pemulihan dan memastikan seluruh penanganan bencana berjalan dengan aman, cepat, dan terarah. (Penrem 173/PVB).

