Papuaglobal.Com | Waropen, Jumat (25/07/2026) – Suasana di Kantor Dinas Perikanan Waropen mendadak hening ketika Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si, melakukan inspeksi mendadak (sidak). Kunjungan yang awalnya rutin berubah menjadi momen penuh haru dan teguran keras bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkup dinas tersebut.
Air mata Bupati FX Mote pecah ketika menyaksikan langsung kondisi masyarakat nelayan yang dinilainya masih memprihatinkan.
“Dinas Perikanan kurang memperhatikan nelayan. Anak-anak nelayan tidak boleh hidup susah. Mereka harus sekolah, dan biayanya akan ditanggung penuh oleh pemerintah daerah,” tegas Bupati FX Mote yang juga Mantan Pejabat Kepala Dinas Perikanan Provinsi Papua Induk itu dengan suara bergetar.
Bupati menyesalkan bahwa sebagian pejabat hanya fokus pada DPA, proyek, dan jabatan, tetapi mengabaikan tanggung jawab terhadap nelayan—tulang punggung perekonomian pesisir Waropen.

Fokus pada Nelayan, Bukan Jabatan
Dalam arahannya, Bupati meminta agar Dinas Perikanan segera memetakan kampung-kampung nelayan dan membentuk kelompok nelayan agar pembinaan dan bantuan pemerintah lebih terarah.
“Kalian tidak merasakan bagaimana anak-anak kita pulang sekolah hanya makan nasi, sagu, papeda, keladi, atau petatas tanpa ikan di piringnya. ASN harus bekerja dengan hati, bukan hanya memikirkan jabatan dan proyek,” ujarnya dengan nada tegas.
Tindak Tegas ASN Lalai
Sidak tersebut juga mengungkap adanya ASN yang tidak melaksanakan tugas dalam jangka waktu lama. Bupati langsung memerintahkan pemanggilan resmi terhadap oknum tersebut, serta penghentian sementara gaji dan proses administrasi hingga yang bersangkutan memberikan klarifikasi.
“Jangan main-main dengan uang rakyat. Jika terbukti menyalahgunakan kewenangan, akan ada sanksi tegas bahkan proses hukum,” tegasnya.
Pesan untuk Aparatur: Bekerjalah dengan Hati
Di akhir kunjungan, Bupati FX Mote menyerukan agar seluruh ASN mengubah pola pikir dalam melayani masyarakat.
“Jangan hanya hadir karena ada bupati atau kepala dinas. Hadirlah karena tanggung jawab kepada rakyat. Mari cintai pekerjaan ini karena kita ada untuk melayani, bukan dilayani,” pungkasnya.
Penulis : M Lubis
Redaksi: EL

