Papua Global News
Pembukaan Minilokakarya Stunting Provinsi Papua Distrik Samofa dan Distrik Oridek, dibuka oleh Plt Sekda Biak Zakarias Mailoa, Kepala DP3AKB Johana Naap, serta diikuti oleh petugas-petugas kesehatan dan tim percepatan penanganan stunting, di Hotel Swiss Bell, Selasa (23/7).
HeadlineLintas Daerah

Stunting Bukan Hanya Masalah Kesehatan Tapi Juga Masalah Pembangunan

BIAK-Masalah stunting bukan hanya menjadi masalah kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari masalah pembangunan pada suatu daerah. Hal itu dikatakan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Nerius Auparay, saat membuka kegiatan Mini Lokakarya Stunting untuk wilayah Biak dan Mimika, secara daring, Selasa (23/7).

Dalam giat mini lokakarya Stunting Provinsi Papua 2024 wilayah Distrik Samofa dan Distrik Oridek ini dihadiri oleh Pj Bupati diwakili Plt Sekda Biak Zakarias Mailoa, Kepala DP3AKB Kabupaten Biak Numfor Johanna Naap, Kepala Distrik Oridek dan Samofa, serta tim percepatan penanganan stunting nasional dan Kabupaten Biak Numfor.

Kata Nerius, Stunting masih jadi tantangan serius. Terutama wilayah Papua pada umumnya. Menyimak hasil Survei Kesehatan Indonesia, untuk wilayah seluruh Papua masih diatas rata-rata nasional, namun laporan bulanan terlihat ada kecenderungan angka turun di provinsi Papua secara menyeluruh. Baik di Biak dan Mimika.

Selain itu, dalam upaya percepatan penanganan stunting penting, Nerius Auparay menyarankan harus libatkan semua pihak, hingga media dan LSM. Sebab masalah stunting menjadi tanggung jawab bersama.

Semangat pada kegiatan Lokakarya Penanganan Stunting di Biak

“Kita semua ada dalam tim percepatan penanganan stunting. Karena stunting bukan hanya masalah kesehatan tapi juga masalah pembangunan. Olehnya itu, diperlukan komitmen kuat semua pihak. Untuk kerjasama kolaborasi, untuk stunting,” ungkap Auparay.

Ditempat berbeda, namun dalam moment yang sama, Plt Sekda Biak Zakarias Mailoa, mengatakan angka prevelensi stunting saat ini untuk wilayah Kabupaten Biak Numfor pada 6.1% atau sekitar 485 anak. Untuk wilayah Distrik Oridek ada 9 anak, dan untuk wilayah Distrik Samofa ada 210 anak.

Upaya yang saat ini tengah berjalan yakni pemberian makanan tambahan, dan dalam waktu dekat akan dilakukan evaluasi, sebab sudah mau berjalan sebulan. Tim percepatan penangan stunting wilayah Distrik Samofa tengah bekerja keras di masing-masing posyandu, bergerilya bersama Kodim 1708/BN dan juga Yayasan Budha Tsu Chi Biak Numfor.

“Informasi distrik Samofa cukup tinggi karena berada di tengah kota 210 pengidap, Oridek ada 9. Semakin tingginya stunting di Samofa kita semua harus keroyokan. Ada Bapak Asuh Stunting, sehingga komitmen kita untuk turunkan angka stunting. Dibantu pihak-pihak lain. Kami harap ada tambahan komitmen dari pihak lainnya untuk berkolaborasi penanganan masalah stunting di Biak Numfor,” tandas Plt Sekda. ( go).

Artikel Terkait

Aksi Pemda Waropen, 225 Balita, Ibu Hamil & Menyusui Dapat PMT Khusus

Redaksi

Wakil Bupati Waropen Pimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Pencegahan & Penurunan Stunting (TP3S)

Redaksi

Ketua TP PKK Waropen, Bernadeta Goo Mote, Serahkan Bantuan Gizi untuk Cegah Stunting

Redaksi