Papua Global News
Anggota SAR Biak saat mempraktekkan tata cara pertolongan pertama kepada para Siswa SMKS YPK 1 Pariwisata Biak, Senin (14/10). di Kantor SAR BIak.
Info PapuaPendidikan & Kesehatan

Siswa SMKS YPK 1 Pariwisata, Ikut Sosialisasi APD dan Langkah Penyelamatan Pertama di Kantor SAR Biak

BIAK NUMFOR, Papuaglobal.com– Kantor SAR Biak menggelar kegiatan sosialisasi terkait Alat Pelindung Diri (APD) dan langkah-langkah penyelamatan pertama bagi para siswa SMKS YPK 1 Pariwisata Biak, di Kantor SAR Biak, Senin (14/10). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar tentang penanganan kondisi darurat, terutama dalam menghadapi situasi yang memerlukan tindakan penyelamatan. Para siswa mendapatkan pendampingan langsung dari Guru Pendamping OSIS mereka Yerry Oscar De Fretes.

Dalam sosialisasi ini, anggota SAR menjelaskan secara rinci tentang penggunaan APD dan tahapan penting dalam penyelamatan pertama. Beberapa alat pelindung diri yang diperkenalkan meliputi; Poket Mask: Masker saku yang digunakan untuk resusitasi, Latex: Sarung tangan untuk melindungi tangan saat menangani korban, masker Medis: Melindungi pernapasan dari paparan berbahaya, Kacamata Pelindung: Untuk melindungi mata saat melakukan penyelamatan.

Setelah mengenalkan alat-alat tersebut, para siswa diajarkan langkah-langkah penyelamatan pertama yang penting dilakukan secara bertahap. Berikut poin-poin penting yang dipaparkan dalam sosialisasi, Clear APD Lengkap: Memastikan penggunaan APD lengkap sebelum mendekati korban; Clear Area: Memastikan area di sekitar korban aman sebelum memulai Tindakan; Meminta Izin: Memastikan izin untuk melakukan tindakan pada korban, jika memungkinkan; Cek Respon: Memeriksa respons korban dengan cara memanggil atau menyentuh secara lembut; Cek Nadi (selama 10 detik): Memeriksa denyut nadi untuk memastikan adanya sirkulasi darah; Pijatan Jantung Luar: Jika terdapat nadi namun tidak ada napas, lakukan pijatan jantung dengan kedalaman antara 5 hingga 6 cm; Setelah 30 Pijatan, Lakukan 2 Tiupan: Memberikan bantuan napas sebanyak 2 kali setelah melakukan 30 kali pijatan.

Selanjutnya, melihat pada Kebutuhan Oksigen: 21% oksigen diperlukan dalam proses ini, sedangkan tubuh hanya membutuhkan 5%; 5 Siklus Pengulangan: Ulangi proses pijatan dan tiupan sebanyak 5 siklus; Cek Kembali Nadi: Setelah 5 siklus, cek kembali nadi korban untuk memastikan kondisi; Mati Biologis 6 Menit: Jika korban tidak menunjukkan respons setelah 6 menit, risiko mati biologis meningkat; Posisi Miring Stabil: Jika korban memiliki nadi dan pernapasan kembali, posisikan korban miring untuk memastikan saluran napas tetap terbuka dan stabil.

Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari para siswa yang hadir. Mereka terlihat antusias belajar tentang langkah-langkah penyelamatan pertama, yang tentunya sangat bermanfaat dalam situasi darurat. Salah satu siswa, yang mengikuti simulasi, Ruth Latuheru menyatakan bahwa pengetahuan ini sangat berguna, baik untuk kehidupan sehari-hari maupun di dunia kerja nanti, terutama dalam bidang pariwisata yang sering berhubungan dengan wisatawan dan kegiatan di alam terbuka.

Dengan adanya sosialisasi ini, Kepala Sekolah SMKS YPK 1 Pariwisata Biak Riana Puspitasarie, S.Pd.,Gr.,M.Pd.,M.Si diwakili guru pendamping OSIS Yerry Oscar de Fretes mengharapkan para siswa SMKS YPK 1 Pariwisata Biak dapat lebih siap menghadapi situasi darurat dan memiliki keterampilan dasar dalam melakukan pertolongan pertama. Baik dilingkungan sekolah maupun ruang publik lainnya.

“Butuh pengetahuan dasar, dan juga kepercayaan diri yang tinggi dalam melakukan seluruh tahapan pertolongan pertama, kami harapkan siswa bisa memahami simulasi yang dijelaskan agar mereka bisa memiliki pengetahuan dasar terkait pertolongan pertama itu,” pungkas Oscar. (go).