WAROPEN, PapuaGlobal.Com | Baru sebulan terbentuk, Pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Waropen langsung menunjukkan gebrakan. Mereka resmi telah menyelesaikan Turnamen Seribu Bakau Cup I, ajang lokal pertama yang menjadi tanda kebangkitan bulutangkis di kabupaten berjuluk Kota Seribu Bakau itu.
Ketua PBSI Waropen, Umsar, mengatakan turnamen perdana ini digelar untuk menghidupkan kembali atmosfer kompetisi yang selama ini vakum.
“Alhamdulillah, begitu pengurus terbentuk bulan lalu, kami langsung menggelar rapat dan sepakat mengadakan turnamen pertama. Ini ajang lokal untuk merangsang pemain yang sudah lama tidak bertanding,” ujar Umsar.
Program Olahraga Prestasi Pembinaan Usia Muda
Turnamen lokal ini juga menjadi panggung untuk mencari talenta muda. PBSI Waropen kini mulai fokus merancang pembinaan jangka panjang, terutama di tingkat pelajar.
Sejumlah sekolah telah diajak berkoordinasi untuk melahirkan atlet bulutangkis masa depan Waropen.
“Kita ingin melihat bibit-bibit dari sekolah. Seksi pembinaan sudah siap, jadwal pembinaan juga akan kami sesuaikan. Harapan kami, ada atlet Waropen yang bisa naik ke level lebih tinggi,” kata Umsar.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen PBSI Waropen untuk membangun fondasi atletik sejak usia dini, sesuatu yang selama ini dinilai kurang maksimal.
Target Besar 2026: Open Turnamen Se-Tanah Papua
Meski turnamen perdana ini masih digelar secara swadaya dengan dukungan sejumlah sponsor, PBSI Waropen memasang target besar: menggelar Open Turnamen se-Tanah Papua pada 2026.
Agenda ambisius itu sudah masuk dalam rencana kerja pengurus.
“Di tahun 2026 kami targetkan menggelar Turnamen Open Tanah Papua. Ini untuk mengukur kemampuan atlet-atlet Waropen. Jika terealisasi, ini akan jadi Open Turnamen pertama yang digelar di Gedung Bulutangkis Pataka,” jelas Umsar.
Menunggu SK dan Sinergi dengan KONI Waropen
Umsar menegaskan bahwa struktur kepengurusan PBSI Waropen sudah rampung. Saat ini pihaknya tengah mengurus Surat Keputusan (SK) dan berharap ada tindak lanjut dan dukungan penuh dari KONI Waropen, yang belum lama ini juga resmi dilantik.
“Kami sudah siapkan komposisi pengurus. Tinggal proses SK dan menunggu tindak lanjut dari KONI. Kami juga telah berdiskusi dengan para pemerhati olahraga untuk memperkuat program pembinaan,” ungkapnya.
Dengan turnamen perdana ini, PBSI Waropen menegaskan kesiapannya membangun kembali prestasi bulutangkis di tingkat lokal, sekaligus memanaskan mesin menuju panggung Tanah Papua di 2026.







