HeadlineInfo Papua

Pjs Bupati Waropen Mengecam Tindakan Persikusi Yang Dilakukan Oknum Aparat

Waropen – Pjs Bupati Waropen DR.Drs Muhammad Musaad,M.Si mengecam keras tindakan persekusi yang dilakukan oleh Oknum aparat keamanan kepada delegasi Waropen yang akan mengikuti Rapat Dengan Pendapat (RDP) Majelis Rakyat Papua di Wilayah Saireri di Biak.

Hal tersebut dikatakan saat menghubungi media ini melalui via telepon, selasa (18/11), “Semalam (selasa,17/11 -red) telah terjadi persekusi yang dilakukan oleh Oknum aparat keamanan kepada delegasi waropen yang tibah di Pelabuhan Biak sekitar Pukul 19.30 WIT, tidak diperkenankan meninggalkan terminal penumpang pelabuhan Biak sampai hingga Pukul 1:30 dini hari (Rabu,18/11)”

Lanjut Pjs Bupati Waropen Mengatakan bahwa tindakan ini sangat disesalkan, “sebagai Pjs Bupati Waropen kami sangat sesalkan dan mengutuk keras tindakan-tindakan yang tidak beradab yang dilakukan di alam negara demokrasi seperti indonesia ini”. Tegasnya

Delegasi-Waropen-RDPTertahan-di-Pelabuahan-Biak

“kita tidak permasalahkan penolakan RDP di Biak, tetapi mereka ditahan oleh petugas di pelabuhan Biak tidak diperkenankan ke hotel, itu namanya persekusi, harusnya mereka di kawal ke Hotel besoknya dipulangkan,” Ucap Musaad

Musaad mengatakan, kedatangan delegasi Waropen pada kegiatan RDP tersebut guna menghadiri undangan MRP dan itu sebagai bukti penghargaan pemerintah dan masyarakat Waropen terhadap lembaga resmi pemerintah itu.

“kami menghargai undangan Majelis Rakyat Papua makanya kami mengirim delegasi untuk menghadiri rapat dengar pendapat di Biak,” Ujarnya.

Dijelaskan, bahwa delegasi Kabupaten Waropen Yang mengikuti RDP di Biak adalah merupakan bukti penghargaan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Waropen terhadap lembaga resmi Pemerintah yaitu Majelis Rakyat Papua, untuk memenuhi undangan MRP, maka kami mengirim delegasi waropen untuk mengikuti RDP di Wilayah Saireri di Biak.

Sebelum delegasi Waropen melakukan perjalanan ke Biak, di tingkat Kabupaten telah dilakukan tahapan-tahapan, Pemerintah melakukan konsolidasi, koordinasi dengan berbagai pihak untuk kemudian melakukan pertemuan ditingkat Kabupaten dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh perempuan.

Dalam pertemuan ada dua yang disepakati yakni, delegasi waropen yang terdiri dari 20 orang komponen masyarakat dan 5 orang pendamping dari Pemerintah Daerah, dan Pokok-pokok Pikiran dalam rangka merespon dinamika perbaikan terhadap Undang-undang Otsus.

“Dapat saya (Pjs Bupati Waropen M.Musaad) pastikan bahwa hasil rumusan pokok pikiran Waropen adalah murni pokok pikiran yang terkait dengan pengembangan atau perbaikan Otonomi khusus kedepan, tidak ada Nuansa politik, tidak ada agenda politik yang dibawah oleh komponen masyarakat waropen ke Biak, semua dalam rangka perbaikan untuk memastikan otsus kedepan harus lebih baik dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat”. Jelasnya

“kami menghargai undangan yang diberikan oleh MRP, Makanya kami mengirim delegasi untuk mengirim pertemuan RDP tersebut, kami sayangkan delegasi waropen di persekusi, ditahan dalam ketidakpastian sampai dengan jam 1.30 malam, setelah mendapat ijin dari Bupati Biak baru bisa bergeser ke Hotel, ini adalah tindakan-tindakan yang tidak berada, yang harusnya tidak terjadi di Bumi Papua Tanah yang kita yakini sebagai tanah Perdamaian, tanah yang kita yakini sebagai tanah perjanjian.

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Waropen mengecam hal ini dan memohon kepada semua pihak, ini hanya terjadi sekali ini, dan tidak terjadi lagi dikemudian hari, jika kemudian ada indikasi bahwa RDP yang dilakukan oleh Majelis Rakyat Papua diboncengi atau akan mengagendakan agenda tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan apa yang diatur dalam negara NKRI, maka kita bisa mengkomunikasikannya dengan beradab, santun dengan semua pihak, dan kemudian bilah perlu mengeluarkan maklumat untuk membatalkan semua kegiatan RDP yang dilaksanakan di wilayah-wilayah adat di Papua, bukan dengan cara-cara melakukan persekusi dan yang sejenisnya”.Ujar Musaad.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button