Waropen, PapuaGlobal.Com | Dalam rangka memperingati hari ibu yang ke-97 Pemerintah Kabupaten Waropen melalui dinas DP3A dan KB melaksanakan kegiatan Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Serviks sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, khususnya kaum perempuan, terhadap pentingnya pencegahan dan deteksi dini kanker serviks.
Asisten 1 Kabupaten Waropen Djaelani AP, M.Si secara resmi membuka Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Serviks. Turut hadir 13 organisasi wanita se-kabupaten waropen dan di ikuti oleh 200 peserta dalam sambutannya Asisten 1 mengatakan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai faktor risiko, gejala awal, serta metode deteksi dini kanker serviks seperti pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) dan Pap Smear. Aula Klasis Jln poros Urfas-Waren Jumat (19/12/2025)
“Melalui sosialisasi ini, pemerintah mendorong perempuan usia produktif untuk tidak takut melakukan pemeriksaan dan lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi,” ujar Jaelani
Materi sosialisasi disampaikan oleh Dr. Jenggo Suwarko selaku Plt kepala dinas kesehatan kabupaten waropen. Materi yang di berikan Jenggo membuat suasana penuh canda tawa dan dilengkapi dengan sesi tanya jawab untuk meningkatkan pemahaman peserta.
Jenggo menyampaikan bahwa kanker serviks merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dapat dicegah dan disembuhkan apabila terdeteksi sejak dini. Selain itu peserta juga diinformasikan mengenai jadwal dan lokasi layanan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
“Kanker serviks itu bukan sulap, tidak muncul tiba-tiba. Dia kasih tanda, tapi sering kita cuekin.” Ujar dr. Jenggo
Dalam kesempatan yang sama Kadis DP3A dan KB Selfina Y. Imbiri, SKM, MPH juga menjelaskan penyebab utama kanker serviks adalah infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Virus ini sangat umum dan dapat menyerang siapa saja, terutama perempuan yang sudah aktif secara seksual. Namun kabar baiknya, tidak semua infeksi HPV berkembang menjadi kanker, apalagi jika terdeteksi sejak dini.
Selfina juga menjelaskan penyakit ini bisa dicegah dan disembuhkan bila ditemukan lebih awal. Dengan pemeriksaan sederhana seperti IVA atau Pap Smear, perubahan sel dapat diketahui sebelum berubah menjadi kanker. Pemeriksaannya cepat, aman, dan tersedia di banyak fasilitas kesehatan.
”Selain deteksi dini, pencegahan juga bisa dilakukan melalui vaksinasi HPV, menjaga kebersihan organ reproduksi, menjalani pola hidup sehat, serta setia pada satu pasangan. Langkah-langkah ini terbukti menurunkan risiko kanker serviks secara signifikan.” ujar selfina
Melalui kegiatan ini, diharapkan angka partisipasi pemeriksaan deteksi dini kanker serviks semakin meningkat, sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks di wilayah kabupaten waropen.
Penulis : Dodi






