Waropen- Dalam upaya meningkatkan cakupan kesertaan Keluarga Berencana (KB), khususnya untuk Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), BKKBN bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berenca (DP3AKB) serta Pengendalian Penduduk menggelar kegiatan RE-Orientasi TPK Materi Zero Dose Immunization Dalam Perspektif Komunikasi Antar Pribadi (KAP) dan Peningkatan Pelayanan Pengukuran Catin di 17 Provinsi Prioritas Tahun 2025. Fasilitasi Intensifikasi dan Integrasi Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) di Kabupaten Waropen. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Klasis, Jalan Poros Urfas Waren pada Kamis, 16 Oktober 2025.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Sarles Brabar, SE, MSi, Kepala Polres Waropen, Danramil Waropen Bawah, Asisten II dan III Setda Kabupaten Waropen, serta berbagai tokoh penting lainnya, seperti tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda. Selain itu, hadir pula para pimpinan OPD, kementerian, dan lembaga terkait, serta peserta yang berperan dalam meningkatkan kesadaran tentang KB dan kesehatan reproduksi.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Waropen, Yoel Boari, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kolaborasi yang terjalin untuk meningkatkan kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi di wilayah tersebut. Yoel Boari juga menekankan pentingnya kegiatan orientasi Tim Pendamping Keluarga (TPK), yang dilanjutkan dengan pelatihan komunikasi interpersonal. Hal ini bertujuan untuk memberikan bekal kepada para pendamping keluarga, yang memiliki peran strategis dalam menyasar keluarga-keluarga di Kabupaten Waropen.
Sebagai bagian dari kegiatan, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Sarles Brabar, juga melakukan peninjauan langsung ke Kampung Keluarga Berkualitas (KB) di Distrik Waropen Bawah, tepatnya di Kampung Batu Zaman dan Kampung Sawara Jaya SP 6. Kedua kampung ini telah memenuhi kriteria sebagai Kampung KB berkelanjutan, yang menjadi contoh implementasi program KB di tingkat desa.
Dalam pemaparannya, Sarles Brabar menjelaskan bahwa peningkatan kesadaran masyarakat mengenai KB dan penurunan kasus stunting bukanlah tugas yang mudah. Diperlukan komitmen, kesadaran, dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung program percepatan penurunan stunting. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap keluarga dapat mengakses layanan KB dengan mudah dan merata.
Yoel Boari juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga agama, lembaga adat, serta semua pemangku kepentingan lainnya untuk bersama-sama meningkatkan pelayanan KB dan kesehatan reproduksi. Dengan kolaborasi yang solid, diharapkan akses dan jangkauan pelayanan kesehatan, khususnya KB, dapat semakin diperluas dan merata, serta mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, Yoel Boari berharap agar kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Waropen, melalui peningkatan pelayanan KB dan kesehatan reproduksi. Ia mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat digunakan dalam memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Waropen semakin sadar akan pentingnya KB dan kesehatan reproduksi, serta dapat berpartisipasi aktif dalam program-program yang mendukung peningkatan kualitas hidup keluarga dan masyarakat.
Redaksi : Dodi
Editor : EL

