Papua Global News
Mobil yang terbakar usai mengisi BBM Pertalite di SPBU Jalan Sisingamangaraja, Jumat pekan lalu
HeadlineInfo Papua

Mobil Terbakar, Ada Insiden ‘Tap’ BBM

BIAK-Mobil yang terbakar dalam insiden yang terjadi pada Jumat (12/7) ternyata adalah mobil yang memiliki kapasitas tangki tambahan. Mobil jenis begini sudah menjadi rahasia umum, difungsikan sebagai penampung BBM jenis Pertalite, yang memang dalam beberapa bulan terakhir, bahan bakar jenis Pertalite di Biak, langka, dan untuk mendapatkannya langsung di SPBU perlu mengatre sejak pagi hari.

Tidak hanya mobil, ada juga sejumlah motor yang dimodifikasikan untuk tujuan yang sama. Mobil jenis Honda Jazz Merah yang bernomor polisi DD 1421 CE ini, menjadi salah satu contohnya, Mobil ‘Tap’. Istilah tap dikalangan masyarakat dikenal sebagai istilah aktivitas menampung BBM.

Dari bagian mobil ini ditemukan, ada satu kotak besar tangki penampungan BBM, yang disinyalir memiliki kapasitas total dengan tangki bawaan mencapai 100 liter. Saat ini kepolisian telah memeriksa satu orang saksi yang mana dia adalah petugas SPBU di Jalan Sisingamangraja Biak itu.

Kapolres Biak Numfor, melalui Kasat Lantas Biak Numfor Iptu Lally Pundu menuliskan dalam kejadian tersebut satu orang mengalami luka bakar mencapai 25%. Dimana korban sendiri adalah pengendara mobil saat melakukan pengisian BBM di SPBU yang memiliki nomor registrasi 84.981.02 itu.

Korban dikabarkan saat itu langsung dilarikan ke rumah sakit, untuk penindakan lebih lanjut. Sebab korban masih belum diterima keterangannya karena masih dalam kondisi belum sadarkan diri.

Menurut Iptu Laly, dari keterangan saksi di SPBU menjelaskan, saat itu korban mengisi BBM jenis Pertalite dengan harga 700 ribu atau sekitar 70 liter. Sementara kapasitas normal dari mobil jenis ini diperkirakan hanya mencapai 40 liter.

“Berdasarkan Keterangan dari saksi, korban terlihat membakar Rokok di dalam Mobil setelah Korban membakar rokok terdengar suara ledakan kecil dari dalam mobil yang mengakibatkan mobil terbakar dan korban langsung menancap gas agar mobil jauh dari SPBU dan Korban langsung melompat dari dalam mobil,” tulisnya dalam pesan singkat.

Aksi tap bensin di berbagai daerah memang kerap kali terjadi. Hal ini sudah menjadi buah simalakama bagi aparat. Bagaimana tidak sebagian masyarakat sudah menjadikannya sebagai lahan pekerjaan. Disisi lain kebutuhan makan, minum hingga kebutuhan primer lain dari aksi ini bagian sebagian masyarakat cukup membantu pergerakan ekonomi keluarga.

Meski demikian, tentu saja aksi tap BBM yang semakin lama semakin menjamur, perlu dicarikan solusi terbaik. Agar jangan sampai aksi ini juga kadang yang membuat antrinya para pengendara bermotor cukup panjang, hampir disetiap SPBU yang menyediakan Pertalite di Biak. Belum lagi BBM jenis Pertalite di sejumlah SPBU hanya melayani paling lama hingga tengah hari saja, dan sudah dinyatakan habis.

“Tapi kalau kita tidak tap bensin, baru siapa yang mau kasi kita makan. Kita cari kerja juga sudah susah di Biak. Pasti banyak masyarakat yang mengeluh juga. Mereka juga bantu kalau misalnya ada masyarakat tengah malam cari bensin, mereka ada di hampir setiap sudut jalan di Kota Biak,” pungkas salah satu masyarakat di Biak. (go).