Papuaglobal.com, BIAK-Pembekalan terhadap kejuran ilmu pembuatan Roti dan kue dan juga budi daya Sayuran Hidroponik, diharapkan mamu menjadi bekal dalam membuka peluang usaha yang lebih mandiri, guna peningkatan kesejahteraan keluarga dan peningkatan ekonomi kerakyatan.
Hal itu dikatakan oleh Kepala UPTD LLK UKM BIak, Yalon Kbarek, saat menutup dua kegiatan pelatihan yakni Pelatihan Budidaya Sayuran Hidroponik di Balai Gereja Abigail Yafdas, dan Gereja Bukti Moria Kampung Adaidasnosen, Rabu (11/9).
“Kami telah menutup Kompetensi Institusional yang telah dilaksanakan sejak tanggal 19 Agustus, hingga 11 September, yaitu Kejuruan Pertanian Budidaya Tanaman Khusus Sayuran Hidroponik, dilaksanakan di Kelurahan Yafdas, tempatnya di Balai Gereja Abigail Yafdas, dan diikuti oleh 16 peserta warga jemaat gereja, dan di Gereja Bukit Moria Adaidasnosen untuk pelatihan Pembuatan Roti dan Kue,” ungkap Yalon Kbarek, ditemui di Kantor LLK UKM Biak, Rabu (11/9).
Dikatan, untuk pelatihan budidaya khusus sayuran hidroponik khusus untuk pegembangan sayuran Pakcoy dan Selada. Hasilnya pun diiakui cukup baik, dan memuaskan. Para peserta dinnilai sanggup untuk melakukan pengembangan secara mandiri dan konsistensi.
“Pelatihan Hidroponik ini diajarkan oleh Instruktur Hidroponik dari LLK Biak, yaitu Instruktur Atta Prayitno. Mengajarkan tentang bercocok tanam secara hidroponik mulai dari tahapan semai, pembuatan rangka khusus hidoponik, pembibitan, pemindahan bibit, perawatan, dan panen. Selama 18 hari diajarkan proses-proses tersebut,” ujar Yalon.
Diakui, sejauh pelaksanaan pelatihan para peserta telah memahami proses menanam secara hidroponik. Diharapkan para peserta ketika kembali ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat telah memiliki disiplin ilmu yang baik, untuk dimanfaatkan agar menjadi peluang usaha ditengah-tengah keluarga maupun kelompok kerja.
“Mereka diharapkan mampu menjadi kader-kader keberlangsungan dalam budidaya Hidroponik. Apalagi sayuran hidroponik memiliki kategori harga dan pasar yang berbeda dibandingkan dengan sayuran konvensional yang biasanya,” tambahnya.

Sementara untuk pelatihan pembuatan roti dan kue juga dilaksanakan kegiatan penutupan kegiatan, yang berlangsung di GKI Bukit Moria Kampung Adaidasnosen. Serangkaian kegiatan yang telah diikuti dalam kelas ini seperti Pembuatan beberapa menu roti dan kue.
Dikatakan, khusus peralatan pembuatan kue dan roti yang digunakan selama pelatihan memang menjadi bagian dari aset dari UPTD LLK UKM Biak. Setelah selesai pelatihan itu langsung bisa dikembalikan untuk digunakan pada kebutuhan berikutinya.
“Sementara untuk kerangka alat hidroponik akan menjadi aset dari pihak Gereja yang melakukan keberlangsungan, untuk menjadi acuan untuk beraktivitas dan berkembang sementara ilmunya bisa dibagikan kepada warga jemaat dan warga kampung lainnya di lokasi,” pungkasnya. (go).

