Papua Global News
091225-Dr-Jengo
dr. Jenggo Suwarko, Kadis Kesehatan Waropen.
HeadlineInfo Papua

Lem Aibon dan Ganja Mulai Masuk ke Pemukiman, Saraf Generasi Muda Jadi Taruhan

WAROPEN – Kabupaten Waropen kini menghadapi ancaman nyata yang menyerang langsung masa depan generasi mudanya. Aktivitas menghirup lem Aibon dan penyalahgunaan ganja dilaporkan semakin marak, merambah dari sudut-sudut sepi hingga ke jantung pemukiman warga. 

Fenomena ini bukan lagi sekadar kenakalan remaja biasa, melainkan ancaman kesehatan publik yang serius karena zat kimia tersebut bekerja cepat menghancurkan sistem saraf pusat secara permanen.

Kepala Dinas Kesehatan Waropen, dr. Jenggo Suwarko, memperingatkan bahwa dampak yang paling terlihat adalah penurunan kemampuan berpikir secara drastis atau yang ia sebut sebagai fenomena “Otak Lola”. 

Penggunaan zat adiktif pada usia dini kata Mantan Dirut RSUD Supiori ini, dipastikan merusak saraf total, memicu ketergantungan berat, hingga merusak paru-paru. Selain ancaman medis, kondisi ini memicu keresahan sosial karena berpotensi besar memicu tindakan kriminal yang mengganggu ketertiban lingkungan.

Mengingat aktivitas ilegal ini sering bersembunyi di titik-titik sepi dan area pemukiman, peran aktif masyarakat kini menjadi garda terdepan. Orang tua diminta lebih peka terhadap perubahan perilaku anak, seperti penurunan konsentrasi yang mendadak atau terciumnya aroma kimia menyengat pada pakaian. 

Warga juga diimbau untuk tidak abai terhadap aktivitas mencurigakan di gedung kosong atau area gelap di sekitar rumah, serta segera melakukan pendekatan persuasif sebelum para remaja tersebut terjerat hukum lebih jauh.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa melindungi generasi muda adalah investasi jangka panjang bagi pembangunan Waropen. Jika kualitas otak dan kesehatan fisik anak-anak hari ini hancur, maka masa depan daerah akan ikut lumpuh. 

“Dampaknya bukan hanya pada pengguna, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar. Anak-anak dan remaja sangat rentan jika tidak ada pengawasan,” tandas dr. Jenggo Suwarko yang juga sering menghadapi masalah ini di berbagai daerah di Papua.

Seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama hingga tokoh pemuda, diajak untuk berhenti bersikap acuh tak acuh dan mulai mempersempit ruang gerak peredaran zat berbahaya ini demi mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan produktif. (Dody/il).

Artikel Terkait

Waropen Mulai Batasi Ruang Asap Rokok, Lindungi Anak dan Ibu Hamil

Redaksi

Peringati HAB Ke-80, Bupati Waropen Tekankan Sinergi dan Moderasi Beragama

Redaksi

Semangat “Keluarga Allah”, Pemkab Waropen Satukan ASN, TNI/Polri, dan Rakyat di Pelabuhan Pindemani

Redaksi