Papua Global News
Press Release Penangkapan Satu Terduga Anggota Gerakan TPN-OPM yang ditangkap di Pulau Terluar Mapia, di Mako Lanal Biak, Senin (5/8).
HeadlineInfo Papua

Lakukan Aksi Mata-mata, Aparat Gabungan Lanal dan Kodim Biak Amankan Terduga OPM

BIAK-Satu orang yang diduga kuat sebagai mata-mata dari Gerakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) ditangkap di Pulau Mapia, Kabupaten Supiori. Terduga OPM ditangkap pada Sabtu (3/8).

Penangkapan mata-mata terduga OPM, berkat laporan dari warga masyarakat, saat anggota Pam Pulau Terluar dan aparat gabungan lainnya melakukan kegiatan bakti sosial. Adalah Pilemon Burame (PB) dicurigai melakukan gerakan pengintaian terhadap tugas satgas PAM Puter di Pulau Mapia. Warga melaporkan gerakan mencurigakan itu kepada Komandan Satgas Marinir Pulau Terluar, dan Babinsa Koramil 06 Kodim 1708/BN Serka Frans Buinei.

Kemudian oleh gabungan anggota melakukan pendekatan dan meminta untuk koperatif untuk diperiksa, namun dirinya tidak mengindahkan. PB kemudian ditahan oleh aparat gabungn, dan kemudian dilakukan penggeledahan, dan benar saja sejumlah barang bukti yang didugakuat berbau gerakan separatis dari OPM, banyak ditemukan.

Komandan Lanal Biak Kolonel Marinir Jinawi Atut Waluyanto, M.Tr.,Hanla mengatakan dalam press releasenya di Mako Lanal Biak, Senin (5/8), PB ditangkap dengan dalih kuat yang melakukan tugas mata-mata kepada anggota PAM Pulau Terluar.

Diketahui, aktivitas mencurigakan oleh PB ini kemudian ditemukan sejumlah bukti-bukti kuat. Ditemukan ada sekiranya 107 item barang bawaan yang dijadikan bukti, dan bukti itu cukup kuat, karena terdapat Kartu Anggota OPM, baju loreng yang memiliki logo Bintang Kejora, buku-buku saku, sejumlah benda tajam. Setelah diusut PB didugakuat merupakan jaringan dari gerakan Benny Wenda di Papua Barat. PB sendiri dijelaskan memiliki pangkat sebagai Kopral, dan bertugas melakukan pengintaian di Pulau Terluar Mapia.

“Yang bersangkutan diduga kuat melakukan gerakan mata-mata terhadap aktivitas anggota personel gabungan Pam Pulau Terluar di Mapia. Serta melakukan sejumlah kegiatan tertentu lainnya, masih dalam proses pendalaman,” ungkap Danlanal Biak Kolonel Marinir Jinawi Atut Waluyanto. M.Tr.Hanla., dalam press release yang juga didampingi Danguskamla melalui Asintel Guskamla III Kolonel Laut Darwin Simbolon, Dandim 1708/BN Kol. Inf Marsen Sinaga, Wakapolres Biak Numfor Muchsit Sefian, SIK, Perwira Polres Supiori, dan Pasi Intel Mayor (Mar) Decky Rumbiak. Juga para anggota personel gabungan satgas Pam Pulau Terluar yang bertugas di Pulau Mapia.

Setelah proses penangkapan, terduga OPM ini kemudian dibawa ke Biak, pergeseran ke Biak, dari Pulau Mapia Supiori menggunakan KRI TNI AL Kapak 625 dibantu oleh Guskamla III Biak. Proses selanjutnya, terduga OPM ini kemudian menunggu untuk diserahkan ke Polres Supiori, dalam waktu dekat.

Pulau Mapia yang menjadi batas wilayah terluar bagian Utara dari teritorial Pulau Papua, Indonesia, memang menjadi perhatian dari segi keamanan oleh sejumlah anggota gabungan TNI/Polri yang melakukan tugas pengamanan pulau terluar. ( go).

Artikel Terkait

Kapolres Yapen Benarkan Ada Penggerebekan di Markas TPNPB-OPM, Dua Orang Diamankan Hoaks

Afrans