Papuaglobal.com, BIAK-Mantan Manager External Affairs Corporate Communications PTFI Kerry Yarangga, SKM yang juga saat ini sebagai calon bupati Biak Numfor, berkesempatan mengjunjungi Pulau Numfor pada akhir pekan kemarin. Menurut Kerry, Pulau Numfor sungguh luar biasa, potensi akan kopra, Pokem, dan kacang hijaunya.
“Numfor itu setelah saya kunjungi saya lihat bahwa akses masyarakat Numfor untuk layanan public dan kebutuhan ekonomi, memang betul lebih dekat ke Manokwari, hanya berjarak 6-90 menit. Sedangkan untuk ke Biak, butuh 4-5 jam. Bersyukur kemarin saya bisa lakukan perjalanan menggunakan perahu kesana,” ungkap Kerry Yarangga, ditemui di Biak Timur, belum lama ini.
Saat ini kata Kerry, dalam lawalatannya ke Pulau Numfor saat itu, masyarakat sedang memasuki musim tanam, Sebagian juga dalam masa pertumbuhan. Jangkauan pasaran dari Kopra dan juga Kacang Hijau kata Kerry masih didominasi untuk dikirim ke Manokwari, Sebagian juga dikirim ke Biak.
Kata Kerry, setelah menelusuri tiap sisi di pulau Numfor, kopra menjadi potensi yang tidak ada habisnya. Dataran pulau Numfor yang merupakan daerah dataran rendah itu, ditumbuhi populasi pohon kelapa yang begitu melimpah. Masyarakat pun sudah melakukan usaha-usaha kopra dalam skala kecil dan menengah, dan dijual ke Biak dan Manokwari, dalam keadaan kering.

“Mereka punya kacang hijau (Abrui: Bahasa Biak), Pokem* dan Kopra dari kelapa. Saya melihat potensi ini sudah bisa masuk untuk skala industry. Karena kalau sudah skala industry, Numfor bisa swasembada untuk ketiga potensi ini, saya rasa ini prinsip lima roti dua ikan, mulai dari apa yang ada pada kita, Numfor bisa karena memiliki potensi dan kemampuan untuk memproduksi itu,” imbuh Kerry.
Seperti diketahui, Pokem adalah makanan khas suku Biak yang berasal dari tanaman pokem, yaitu tanaman yang mirip gandum dan berbentuk seperti padi. Pokem merupakan makanan pokok masyarakat Biak di Pulau Numfor.
Pokem juga dapat diolah menjadi berbagai makanan lain, seperti bubur sereal, cake, dan kue kering. Selain pokem, makanan khas suku Biak lainnya adalah singkong atau keladi barapen. Singkong ini dibungkus dengan pelepah pisang dan dibakar di atas bebatuan membara atau dalam kebiasaan masyarakat Biak disebut Barapen. (go).

