Papua Global News
250826-jhon
Jhon Managai,
Headline

Kabut Asap Memburuk, Tokoh Muda Desak Siaga 1 Papua Tengah

NABIRE, papuaglobal.com — Krisis kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Papua Tengah kian memburuk. Tokoh intelektual sekaligus politisi muda Papua Tengah, Jhon Managai, mendesak Gubernur Papua Tengah segera mengeluarkan Instruksi Tanggap Darurat yang berlaku menyeluruh di seluruh wilayah provinsi, Selasa (25/8/2026).

Menurut Managai, selain penetapan status darurat, pemerintah daerah perlu mengambil langkah protektif bagi kesehatan masyarakat dengan meliburkan aktivitas belajar-mengajar di sekolah serta membatasi aktivitas luar ruangan lain yang tidak mendesak, guna meminimalkan dampak buruk kabut asap terhadap kesehatan warga.

“Kondisi udara di Papua Tengah hari ini sudah berada pada ambang batas yang membahayakan kesehatan, terutama bagi anak-anak sekolah. Kabut asap pekat memicu risiko tinggi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Oleh karena itu, kami tokoh pemuda Papua Tengah meminta Bapak Gubernur segera mengeluarkan instruksi untuk meliburkan aktivitas sekolah dan aktivitas publik lainnya demi menyelamatkan generasi muda kita,” ujar Jhon Managai.

Ia menegaskan, Gubernur perlu memberikan instruksi langsung agar instansi teknis segera menetapkan status Siaga Satu penanganan darurat di seluruh wilayah Papua Tengah.

“Ini bukan lagi ancaman biasa, ini adalah krisis wilayah secara keseluruhan. Seluruh pihak terkait, mulai dari BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, hingga aparat TNI dan Polri harus segera berada pada posisi Siaga 1 untuk penanganan darurat terpadu,” tambahnya.

Managai menjelaskan, penerbitan Instruksi Tanggap Darurat dan penetapan status Siaga Satu oleh Gubernur akan memberikan landasan hukum yang nyata untuk empat hal:

  1. Melindungi kesehatan publik — menjadi dasar hukum pelarangan aktivitas luar ruangan, peliburan sekolah, dan pembagian masker secara massal.
  2. Percepatan anggaran bencana — mempermudah pencairan dana tak terduga untuk penanggulangan karhutla dan distribusi air bersih.
  3. Mobilisasi total personel — menggerakkan seluruh tim satuan tugas, relawan, dan aparat keamanan ke titik-titik krisis secara masif.
  4. Intervensi pemerintah pusat — mempercepat penyaluran bantuan logistik, armada pemadam kebakaran, hingga teknologi modifikasi cuaca dari pusat.

“Kami sebagai representasi intelektual dan politisi muda meminta gerak cepat nyata dari Bapak Gubernur. Jangan tunggu korban berjatuhan baru bertindak. Langkah taktis dan instruksi tegas sangat dinantikan rakyat hari ini,” tutup Managai. (Abet Mote).

 

Artikel Terkait

Dr. Menase Kadepa, SE., M.Si, Asisten I Setda Provinsi Papua Tengah, Raih Gelar Doktor di IPDN Kemendagri

Redaksi

Makorem 173/PVB Yang Bermarkas di Biak, Akan Pindah Ke Nabire

Mail