Waropen, PapuaGlobal.Com | Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si, bergerak cepat meninjau langsung lokasi jembatan yang ambruk pasca-hujan deras dan banjir besar di Distrik Risei Sayati, tepatnya antara Kampung Aimasi dan Wobari. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan penanganan darurat dan mendorong percepatan usulan pembangunan jembatan baru.
Bupati Dampingi Sejumlah Pejabat dan Anggota DPRD

Dalam peninjauan pada Selasa (21/10) tersebut, Bupati Mote didampingi oleh sejumlah pejabat kunci, termasuk Kepala Dinas PUPR Waropen Michael Rumabar, Kepala BPBD Waropen Demarce Madiburi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Robby Duwiri, serta anggota DPRD dari daerah pemilihan (Dapil) setempat, Jonathan Reri.
Rombongan bertolak dari Kampung Sanggei, Distrik Urfas, menggunakan speed boat. Akses menuju lokasi sangat sulit, bahkan harus dua kali berganti perahu untuk menyusuri muara sungai. Medan yang berat ini secara gamblang menunjukkan dampak nyata kerusakan infrastruktur terhadap mobilitas warga, sekaligus menegaskan urgensi penanganan segera.
Keprihatinan dan Langkah Mendesak Pemkab
Setiba di lokasi, Bupati Mote menyampaikan keprihatinannya atas kondisi jembatan yang ambruk. Ia menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) akan segera menyusun dan mengusulkan pembangunan jembatan baru kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua.

“Langkah ini sangat penting untuk mempercepat pemulihan konektivitas antar kampung yang selama ini menjadi nadi pelayanan dasar masyarakat,” ujar Bupati Mote.
Kerusakan jembatan berusia sembilan tahun ini telah menghambat mobilitas warga untuk mengakses layanan kesehatan, pendidikan, dan kegiatan keagamaan. Warga kini terpaksa menempuh rute alternatif yang lebih jauh dan berisiko, terutama saat curah hujan tinggi memicu kenaikan debit air.
Kronologi dan Aspirasi Warga
Menurut informasi dari masyarakat setempat, jembatan yang sudah berdiri selama sembilan tahun ini ambruk pada bagian timur saat terjadi hujan yang cukup deras dan banjir besar pada Sabtu (18/10) pagi. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun robohnya jembatan sangat membawa kesulitan bagi warga.
Dalam peninjauan, mengemuka pula aspirasi masyarakat agar trase (jalur) jembatan ke depan dialihkan ke lokasi yang lebih aman. Pertimbangan teknis tersebut didasari kondisi tanah di titik lama yang sering mengalami pergeseran ketika hujan lebat.
Prioritaskan Keselamatan dan Koordinasi Lintas Sektor
Pemerintah daerah menegaskan akan memprioritaskan aspek keselamatan dalam perencanaan jembatan baru, termasuk penentuan lokasi, desain struktur, dan rekayasa lingkungan untuk meminimalkan risiko bencana di masa mendatang.
Dinas PUPR, BPBD, dan DLH Waropen bersama unsur terkait akan merumuskan langkah teknis lanjutan. Langkah ini meliputi penilaian cepat (rapid assessment), penetapan jalur sementara untuk akses warga, hingga penyusunan dokumen usulan ke Pemerintah Provinsi Papua.
Pemkab juga mendorong koordinasi lintas sektor agar tahapan perencanaan, pendanaan, dan pelaksanaan dapat berjalan efektif serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pemerintah berharap dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk legislatif dan masyarakat setempat, agar proses pemulihan infrastruktur ini berjalan cepat, tepat, dan berkelanjutan. Dengan pulihnya akses, diharapkan aktivitas sosial-ekonomi dan pelayanan publik di Distrik Risei Sayati dapat kembali normal.

