MERAUKE-Pelatih Sepak Bola Putri Papua, Pri Agung Dani Atmojo mengemukakan bahwa dua tahun lebih ia sudah membimbing atlet binaannya untuk menyambut momen PON XX yang sempat tertunda satu tahun akibat pandemi Covid 19.
Oleh sebab itu ketika PON XX akhirnya digelar tahun ini, latihan semakin digencarkan karena pihaknya sudah komit untuk dapat meraih juara. Terlebih lagi PON di Papua menjadi sejarah karena baru pertama kali digelar di tanah Papua dan tim sepak bola putri asuhannya mampu membuktikan sebagai juara pada momen berharga tersebut.
“Senin lalu kita berhasil memenangkan pertandingan di mana tim lawan kami juga sangat tangguh bahkan ada 6 pemain timnas yang sangat familiar”.
Namun kami bersyukur kami dapat melalui setiap pertandingan dari babak penyisihan hingga final tanpa kebobolan sama sekali,”jelasnya pada konferensi pers di Media Center Cluster Merauke, Kamis lalu.
Ia menjelaskan, hasil kerja keras tim akhirnya terbayar lunas meskipun diakui banyak tantangan yang dihadapi. Dalam hal ini pihaknya tidak hanya mengandalkan kekompakan tim tetapi juga mengandalkan Tuhan dalam setiap gerak langkah. Sebagai pelatih, Pri Agung memiliki cita-cita untuk membawa atlet binaannya menjadi lebih baik melalui latihan rutin. Jika Pemerintah Provinsi masih memberi kepercayaan kepada dirinya maka ia akan fokus melatih sehingga fisik mereka tetap terjaga begitupun yang terkait dengan teknik dalam bertanding tetap terasah dengan baik.
Ia berharap perhatian yang diberikan pemerintah tidak hanya ketika ada perhelatan atau pelaksanaan event besar saja namun berlaku pula pada turnamen atau kompetisi lainnya. Dengan demikian ketika event besar kembali digelar maka tidak perlu waktu lama untuk membentuk mereka. “Saya tidak pernah bermimpi menjadi pelatih yang hebat karena komitmen saya adalah bekerja dahulu dengan hati yang tulus dan Tuhan akan memberikan berkat yang setimpal,”pungkasnya.(Iis)

