Papua Global News
2211a1
Gubernur Papua, Matius Fakhiri, bersama Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen melakukan kunjungan kerja ke kampung-kampung pesisir Teluk Yos Sudarso, Kota Jayapura, Sabtu (22/11) pagi. I(Ist)
HeadlineInfo Papua

Gubernur Fakhiri Gebrak Pesisir Teluk Yos Sudarso Siap Jadi ‘Kampung Merah Putih’

JAYAPURA – Gubernur Papua, Matius Fakhiri, bersama rombongan besar, “blusukan” ke jantung perkampungan pesisir di Teluk Yos Sudarso, Kota Jayapura, Sabtu (22/11) pagi. Kunjungan ini bukan sekadar sapa-sapa, melainkan tindak lanjut serius dari lobi-lobi Gubernur di Jakarta untuk segera mengakhiri kondisi permukiman kumuh di ibu kota provinsi.

Fakhiri, yang didampingi Ketua DPR Papua Denny Bonay dan sejumlah kepala OPD, menyusuri jalur sempit dan jembatan kayu di enam kampung, termasuk Weref, Kayu Pulo, hingga Argapura Laut (Kampung Vietnam). Mereka langsung berdialog dengan warga, meninjau kondisi air bersih, daya listrik, hingga akses vital menuju pusat kota.

Gubernur Fakhiri tidak menyembunyikan keprihatinannya. Ia menegaskan, kawasan pesisir ini sudah masuk dalam daftar usulan prioritas penanganan kawasan kumuh yang diajukan ke Pemerintah Pusat.

“Ini bagian dari yang kemarin kami usulkan ke Pemerintah Pusat. Akan ada bantuan perumahan, termasuk renovasi, subsidi perumahan, dan pembangunan gedung sekolah minggu bagi anak-anak di kampung,” tegas Fakhiri.

Ia memberi waktu satu minggu kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menyusun perencanaan teknis, menandakan program ini akan segera dieksekusi bersama pemerintah kota.

Tak hanya soal perumahan, Fakhiri juga membawa kabar gembira untuk para nelayan. Ia berjanji akan mengombinasikan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk meningkatkan produktivitas nelayan.

Yang paling ambisius, Gubernur Fakhiri melihat potensi mengubah wilayah ini menjadi destinasi wisata bahari kelas atas. Rencananya, pembangunan keramba-keramba apung akan dilakukan untuk menciptakan daya tarik wisata yang dijuluki “kampung merah putih”.

“Kalau keramba-keramba ini dibangun, wisatawan dari Jakarta atau luar daerah bisa datang tanpa harus jauh-jauh. Masyarakat pasti akan mendapat manfaatnya,” ujarnya optimistis.

Untuk mewujudkan visi ini, ia menargetkan pembangunan Jembatan Penghubung Weref–Kayu Pulo dan peningkatan akses penyeberangan ke Pulo Kosong, membuka konektivitas baru dan peluang ekonomi pariwisata.

Di tengah janji optimis pemerintah, Ketua RT 02 Kampung Argapura Laut, Gusti Waroy, menyampaikan jeritan hati warga. Kebutuhan mendesak yang harus segera diatasi adalah:

  1. Perbaikan Jembatan Papan yang menjadi akses utama dan sangat rapuh.
  2. Ketersediaan Air Bersih yang belum sepenuhnya merata.
  3. Peningkatan Daya Listrik yang saat ini terlalu “loyo” sehingga alat penunjang usaha seperti kulkas tidak bisa digunakan.

Waroy juga berharap nelayan bisa mendapatkan bantuan langsung yang selama ini belum pernah mereka terima, serta meminta pemerintah membuka lapangan pekerjaan bagi pemuda-pemudi lulusan sekolah.

Gubernur Fakhiri menutup kunjungannya dengan menegaskan komitmen: “Pemerintah harus hadir melihat dan menolong masyarakatnya,” sebelum bersiap melanjutkan agenda serupa ke Serui, Biak, dan Waropen. (BS)

Artikel Terkait

Tambang Ilegal di Provinsi Papua Akan Tertibkan

Afrans

Gubernur Papua Kukuhkan Kepala BPKP

Afrans

Usai PON, Gubernur Enembe Ingin Wujudkan Papua sebagai Provinsi Olahraga

Afrans