Papua Global News
Bupati Waropen Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si saat menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi, Rabu (22/10) malam.
Uncategorized

FX Mote Sampaikan Jawaban Resmi atas Pandangan Fraksi DPRK

Waropen, PapuaGlobal.com | Pemerintah Kabupaten Waropen melalui Bupati Drs. Fransiskus Xaverius Mote, M.Si., menyampaikan jawaban resmi dan apresiasi terhadap pandangan umum fraksi-fraksi dan kelompok khusus DPRK Waropen atas dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial. Dua Raperda tersebut adalah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029 dan Raperda tentang Perlindungan Perempuan dan Anak.

Jawaban resmi tersebut disampaikan Bupati F.X. Mote dalam sidang paripurna di Gedung DPRK Waropen, Rabu (21/10), yang dipimpin oleh Ketua DPRK Yenneke SK Dippan, S.Sos, didampingi perangkat pimpinan dewan.

Dalam pidatonya, Bupati F.X. Mote menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh fraksi atas pandangan, kritik, dan saran yang dinilai konstruktif. Ia menegaskan bahwa **masukan dari DPRK merupakan bagian penting yang akan memperkuat arah pembangunan daerah dan kebijakan perlindungan sosial di Waropen.

Menanggapi pandangan umum terkait Raperda RPJMD 2025–2029, terutama dari Fraksi PDI-P, Bupati Mote menjelaskan bahwa penyusunan dokumen strategis ini telah melalui proses yang partisipatif dan terukur.

“Penyusunan RPJMD telah melalui serangkaian proses, mulai dari forum perangkat daerah, konsultasi publik, Musrenbang RPJMD, hingga konsultasi ke Pemerintah Provinsi Papua,” jelas Bupati.

Ia memastikan RPJMD Waropen telah diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan RPJMD Provinsi Papua, menjadikannya panduan utama pembangunan Waropen lima tahun ke depan. Visi Waropen Bangkit, Mandiri, dan Sejahtera yang Berkeadilan akan diwujudkan melalui program berbasis data, transparan, dan akuntabel.

Terkait isu sosial dan Raperda Perlindungan Perempuan dan Anak, Bupati Mote mengakui bahwa meningkatnya kasus kekerasan rumah tangga dan pelecehan anak mencerminkan perlunya penguatan ketahanan keluarga.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada aspek pencegahan, pendampingan, dan pemberdayaan keluarga.

“Pemerintah daerah akan memperkuat program konseling pranikah dan pasca nikah, pemberdayaan lembaga keagamaan, serta pendampingan keluarga rentan,” tegasnya.

Selain itu, Pemda akan meningkatkan edukasi dan literasi digital, kampanye anti kekerasan, serta kolaborasi lintas agama dan lembaga masyarakat untuk menciptakan Waropen yang aman, berkarakter, dan ramah bagi perempuan dan anak.

Menutup penyampaian jawaban, Bupati juga menegaskan kepada Fraksi PAN bahwa partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan akan terus diperkuat melalui Musrenbang dari tingkat kampung hingga kabupaten, demi mewujudkan pembangunan yang efektif dan efisien.

Redaksi : EL

Artikel Terkait

Peringati HAB Ke-80, Bupati Waropen Tekankan Sinergi dan Moderasi Beragama

Redaksi

Waropen Petakan Masa Depan, Bupati FX Mote Resmi Luncurkan GDPK

Redaksi

Waropen Siap Dukung Percepatan Pembangunan Papua dan Swasembada Nasional!

Redaksi