WAROPEN, PapuaGlobal.com | Gelombang tuntutan agar putra daerah asli Papua memegang kendali kepemimpinan di PT Freeport Indonesia (PTFI) semakin tak terbendung. Dukungan masif kini datang dari DPRK Waropen, yang secara tegas mendesak penunjukan Frans Pigome, S.E. sebagai Presiden Direktur PTFI berikutnya.
Dalam konferensi pers yang mengguncang pada Jumat, 14 November 2025, di Waropen, Ketua Komisi C DPRK Waropen, Abraham Obi, menyampaikan seruan yang penuh resonansi, menandai titik balik penting bagi masyarakat adat pemilik ulayat.
“Kami yang punya negeri sudah cukup lama menjadi penonton setia sejak 1967 sampai saat ini. Sudah waktunya putra daerah pemilik tambang menjadi pemimpin di atas negerinya sendiri,” tegas Obi dengan lantang.
Frans Pigome: Pilihan Integritas dan Pengalaman
Obi memposisikan Frans Pigome bukan hanya sebagai simbol, tetapi sebagai figur yang paling kompeten untuk memimpin perusahaan tambang terbesar di Indonesia ini.
Rekam Jejak Teruji: Pigome dinilai memiliki pengalaman manajemen yang panjang. Sebut Abraham Obi, dimana Pigome, begitu memahami secara mendalam karakter masyarakat dan budaya Papua, sebuah aset krusial untuk hubungan korporasi-masyarakat yang harmonis.
Kepemimpinan dengan Hati: “Tuan Frans Pigome adalah sosok pemimpin kebanggaan kami. Beliau berpengalaman, berintegritas, dan siap mengelola tambang terbesar itu dengan hati untuk rakyat Papua secara general,” tambah Obi.
Perubahan Besar Dalam Hubungan Freeport dan Masyarakat Adat
DPRK Waropen meyakini bahwa penunjukan Pigome akan menjadi jembatan yang menghubungkan kembali PTFI dengan masyarakat adat. Kehadiran pemimpin lokal di puncak piramida diharapkan dapat membawa perubahan fundamental dalam cara perusahaan berinteraksi dan berbagi manfaat kekayaan alam.
Menanti Keputusan Bersejarah dari Tim Seleksi
Dukungan dari Waropen hanyalah puncak dari gunung es. Sebelumnya, berbagai organisasi dan tokoh sentral di Tanah Papua telah menyuarakan aspirasi serupa. Arus dukungan ini adalah sinyal kuat dari harapan masyarakat agar kekayaan yang Tuhan anugerahkan dapat dikelola oleh anak negeri sendiri.
“Kami berharap keputusan ini menjadi langkah bersejarah, di mana anak negeri sendiri memimpin dan mengelola kekayaan yang Tuhan berikan di atas tanahnya.”
Tim seleksi dari Indonesia dan Amerika Serikat kini berada di bawah sorotan. Pertimbangan atas aspirasi masyarakat adat Papua diharapkan menjadi faktor utama dalam penentuan pucuk pimpinan PT Freeport Indonesia, yang akan menetapkan arah baru bagi masa depan Papua.
Redaksi : EL

