Papua Global News
Foto-POLRES SUPIORI. Simulasi Sispamkota Polres Supiori, di Halaman Kantor Bupati Supiori, Senin (26/8).
Info PapuaLintas Daerah

Ciptakan Pilkada Damai, Polres Supiori Gelar Simulasi Sispamkota

BIAK-Polres Supiori menggelar simulasi sistem pengamanan kota (Sispamkota) Operasi Mantap Praja Kapuas jelang hadapi pengamanan Pilkada serentak 2024, Senin (26/8) Pagi, di halaman Kantor Bupati Supiori.

Kata Kapolres, AKBP Marthen Asmuruf, S.Sos.,MM, simulasi Sispamkota ini dilakukan bertujuan untuk menguji kesiapan aparat keamanan dalam mengantisipasi peningkatan eskalasi massa.

Lanjut Kapolres simulasi ini juga dilakukan untuk menguji kesiapan Polri dan Polres Supiori khususnya dalam mengantisipasi potensi gangguan yang dapat timbul selama pelaksanaan Pilkada.

Kapolres sendiri berharap agar proses pelaksanan Pilkada mulai dari tahapan pendaftaran besok hingga proses penetapan dan pelantikan adalah proses yang cukup panjang dan menguras energi, dan pikiran.

Tentu kesiapan dari aparat keamanan dituntut lebih tinggi dari biasanya. Namun disisi lain Polri dalam hal proses pengamanan tetap mengedepankan pendekatan Preentif dan Preventif. Simulasi yang dilakukan itu manakala eskalasi kerawanan dan potensi gangguan sudah masuk dalam zona merah.

Rangkaian peragaan dan simulasi yang dipimpin langsung oleh Kabag Ops Supiori ini berlangsung dengan sejumlah skenario situasi yang terjadi jika massa tidak mampu didekati dengan pendekatan preentif dan prefentif. Tindakan simulais tersebut menjadi opsi final yakni pendekatna represif.

Jalannya simulasi berlangsung dengan aman dan tertib, disaksikan juga oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Supiori, dan jajaran Pimpinan OPD, PJU Polres BIak Numfor dan seluruh anggota satuan, serta perwakilan TNI dan Kejaksaan Negeri Biak serta Ketua Bawaslu Supiori. ( go).

Artikel Terkait

Dengan Putusan MK, FX Mote dan Yoel Boari Diakui Sebagai Pemenang

Afrans

Kawal Ketat Distribusi Surat Suara dari Biak ke Supiori di Tengah Hujan

Mail

Polres Supiori Ungkap Kasus Korupsi Dana Desa di Puweri, Kerugian Negara Capai Rp 434 Juta

Mail