Papua Global News
HeadlineSosial & Politik

‎Pengenalan pertama PT Lestarikan Bumi Papua dan PT Wana Rimba Nusantara di Kabupaten Waropen

‎Waropen – Pemerintah Kabupaten Waropen secara resmi memperkenalkan PT Lestarikan Bumi Papua dan PT Wana Rimba Nusantara dalam sebuah kegiatan pengenalan perusahaan yang digelar di Aula hotel elfanso, Kamis (29/1/2026).

‎Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, pimpinan Organisasi, pimpinan dan anggota DPRK, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, tokoh adat, peserta serta jajaran manajemen PT WRN dan PT LBP.

‎Wakil bupati Yoel Boari juga menyampaikan Pemerintah Daerah Kabupaten Waropen pada prinsipnya mendukung upaya pengelolaan hutan yang berorientasi pada kelestarian lingkungan, perlindungan ekosistem, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

‎Pengenalan perusahaan ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait bidang usaha, visi-misi, serta rencana investasi yang akan dijalankan di Kabupaten Waropen.

‎Sementara itu, Direktur PT  Lestarikan Bumi Papua dan PT Wana Rimba Nusantara TH. Puguh Sasetyo,  menjelaskan bahwa perusahaan ini tidak membuka hutan, tidak menebang hutan alam, dan tidak mengubah fungsi kawasan.

‎”Kami datang tidak seperti yang masyarakat bayangkan (Tanam Sawit) atau tambang keberadaan kami murni sebagai jasa lingkungan dan ingin menjaga hutan” ujar Puguh.

‎Wakil Bupati Waropen Yoel Boari, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran PT WRN dan PT LBP diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

‎“Hutan ini bukan cuma kayu, hutan ini ada ibu. Dia rawat kita dari kecil sampe besar, Jangan ko sakiti hutan, sa bilang ko. Di situ ada ibu yang kasi hidup.” tambah Yoel.

‎Konsultasi publik seperti yang kita laksanakan hari ini menjadi sarana penting untuk membangun dialog yang terbuka, saling percaya, dan kerja sama yang berkelanjutan antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

‎“Hutan di Kabupaten Waropen bukan hanya sebagai sumber daya alam, tetapi juga sebagai ruang hidup masyarakat adat, penyangga kehidupan, dan warisan bagi generasi yang akan datang.” ujar Yoel.

‎Acara pengenalan ini ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab, sebagai bentuk keterbukaan perusahaan terhadap masukan dan harapan dari berbagai pihak.

Redaksi : Doddy