Distrik Wonti, yang memiliki 10 kampung dan dikenal sebagai wilayah yang cukup luas di timur Waropen, dikunjungi Bupati Mote beserta rombongan sebagai upaya untuk memberikan pelayanan dan bantuan secara langsung kepada warga.
Kunjungan dan Pelayanan “Jemput Bola”
Rombongan Bupati tiba di Dermaga Kampung Bokodaro setelah menempuh perjalanan laut kurang lebih 45 menit dari Kampung Sanggei, Distrik Urfas. Uniknya, di distrik yang tidak memiliki akses kendaraan roda dua maupun roda tiga ini, Bupati Mote dan seluruh rombongan melakukan perjalanan kaki menyusuri jalan besar yang menghubungkan seluruh kampung, sambil menyapa warga satu per satu.
Dalam kunjungan ini, sejumlah layanan “jemput bola” digelar:
- Layanan Kependudukan: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Waropen memberikan layanan langsung pengurusan Dokumen Kependudukan.
- Layanan Kesehatan: Dinas Kesehatan Waropen menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan secara gratis dan massal bagi warga.
Selain itu, Bupati juga menyerahkan sejumlah bantuan yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus), meliputi:
- Bantuan rehabilitasi untuk Gereja GKI Paulus di Bokodaro.
- Bantuan kepada 4 kelompok usaha berupa mesin pencacah pohon Sagu dan Chain Saw.
- Bantuan untuk petani berupa obat pembasmi hama (pestisida).
- Bantuan Buku bacaan bagi PAUD dan Taman Baca
Harapan Perubahan dan Kepemimpinan Baru
Dalam sambutannya di Distrik Wonti, Bupati Fransiscus Xaverius Mote menekankan pentingnya kehadiran seluruh perangkat pemerintah daerah dalam setiap kunjungan, dan menyatakan bahwa kunjungannya kali ini adalah awal dari perubahan.
“Kunjungan pertama, ke depan semua kepala dinas harus ikut… Saya bersyukur bisa bersama-sama dengan anggota dewan datang ke kunjungan ini. Agar semua permasalahan yang ada di Distrik Wonti bisa diselesaikan secara keroyokan,” tegas Bupati Mote.
Bupati juga menyinggung tentang upaya untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan di masa mendatang.
“Kondisi jalan hari ini ini awal dari perubahan, distrik ini harus buat sejarah. Kunjungan kerja ini harus lengkap dengan perangkat pemerintah daerah, kita harus lakukan pemerintahan yang lebih baik. Semua OPD kami akan pimpin dengan orang yang baru,” ujarnya.
Ia juga mengenang momen bersejarahnya di Wonti, saat masih menjabat sebagai Pj Bupati Waropen di tahun 2015, walau hanya seumur jagung. “Saya berterima kasih Gereja Paulus, pada tanggal 6 Desember 2015 saya tandatangan prasasti di Gereja Paulus Bokodaro. Kunker ini terima kasih yang pertama,” ungkap Bupati, seraya berjanji, “Saya akan bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku.”
Kunjungan kerja ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian berbagai persoalan dan pembangunan di Distrik Wonti melalui sinergi antara eksekutif dan legislatif.
Redaksi : EL




