Papua Global News
Bupati FX Mote saat menyusuri jembatan Kali Duabo penghubung kampung Biati dan sekitarnya, di Distrik Demba, Jumat (24/10)
HeadlineInfo Papua

Melawan Roboh: Jembatan Biati-Aniboi Berdiri Lagi Berkat Keringat Gotong Royong

WAROPEN, 24 Oktober – Semangat gotong royong dan ketangguhan warga Duabo, Distrik Demba, Waropen, menggetarkan hati. Jembatan vital yang menghubungkan Kampung Biati dan Kampung Aniboi di Kali Duabo, yang sempat roboh diterpa derasnya hujan, kini kembali berdiri kokoh berkat keringat dan dana swadaya masyarakat.

Pada Jumat (24/10) lalu, Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si, didampingi Kepala Dinas PUPR Michael Rumabar, Kadis Lingkungan Hidup dan sejumlah pejabat, juga Anggota DPRK dari Dapil tersebut datang langsung untuk menyaksikan jembatan kayu yang telah dibangun kembali itu. Kunjungan ini bukan sekadar peninjauan, namun juga bentuk apresiasi mendalam kepada warga.

Jembatan Duabo memiliki kisah perjuangan. Kondisinya memang sudah kritis sejak akhir Agustus saat ditinjau langsung oleh Dinas PUPR Waropen. Namun, takdir berkata lain. Setelah hampir roboh, hujan deras di malam hari pada 7 September lalu menumbangkannya. Akses penting yang menghubungkan layanan pendidikan, kesehatan, dan rumah-rumah warga pun terputus.

Tanpa menunggu lama, warga setempat menunjukkan jiwa kesatria mereka. Mereka menyadari betapa vitalnya jembatan itu. Berbekal komando dari Kepala Distrik dan dukungan dari seorang guru, warga bahu-membahu mengumpulkan tenaga dan dana, membangun kembali jembatan darurat itu dengan kayu yang lebih kuat.

Bupati Fransiscus Mote, yang telah merespon kabar ini sejak awal, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya yang tulus. “Saya sendiri sebagai bupati, sudah merespon dari awal sejak diberitakan, dan langsung merespon kepada Kadis PU. Masyarakat sudah memberikan dukungan, dibantu komando dari Pak Distrik dan juga Pak Guru, dan secara swadaya masyarakat membangun jembatan darurat ini,” ujar Bupati.

Ia menekankan bahwa jembatan ini adalah urat nadi kehidupan masyarakat untuk layanan pendidikan, kesehatan, dan aktivitas sehari-hari. “Saya terima kasih kepada Kepala Distrik dan seluruhnya yang sudah berusaha agar jembatan alternatif ini dibuat, atas dukungan Kepala Dinas PUPR,” tambahnya.

Meskipun saat ini jembatan tersebut masih bersifat darurat, Bupati FX Mote memberikan kabar gembira yang menguatkan harapan warga. “Nanti kita akan bangun yang permanen, di Desember 2025. Diharapkan bisa dipakai secara permanen di tahun depan. Harapan kami, aktivitas ke depan di bawah dukungan ini bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.

kunjungan bupati ini semakin menghangatkan suasana, saat bupati FX Mote juga melihat beberapa pelayanan seperti pelayanan kantor Distrik Masirei yang mandek, pelayanan pendidikan di salah satu sekolah di Koweda hingga pelayanan Puskesmas di Koweda.

Perjalanan bupati ke Masirei dikabarkan akan dilakukan kembali, dengan meninjau berbagai aspek secara mendalam. Ia juga tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian, khususnya Kapolsek, yang telah menjaga keamanan di daerah Masirei dan sekitarnya, memastikan proses gotong royong ini berjalan lancar. Perjuangan warga Duabo membangun kembali jembatan mereka adalah cerminan sejati dari semangat pantang menyerah dan kepedulian bersama.

 

Redaksi : EL