WAROPEN, PapuaGlobal.Com | Harapan warga Distrik Kirihi, Kabupaten Waropen, untuk segera menerima bantuan kembali tertunda. Pesawat Tariku Air yang ditumpangi tim gabungan tanggap darurat gagal mendarat akibat kondisi lapangan yang berlumpur parah setelah diguyur hujan deras, Sabtu (06/09/2025).
Pesawat yang membawa bahan makanan, pakaian dewasa dan anak-anak, serta obat-obatan itu semula dijadwalkan mendarat di lapangan Distrik Kirihi. Namun, kondisi landasan yang becek dan licin membuat pilot tidak bisa melakukan pendaratan dengan aman. Akhirnya, pesawat kembali ke Bandara Nabire Provinsi Papua Tengah dengan membawa seluruh tim dan bantuan yang belum dapat disalurkan.
- Dalam rombongan tersebut turut serta sejumlah pejabat dan tenaga medis, di antaranya:
- Abraham Obi, Anggota DPRK Waropen (Ketua Komisi C)
- Jason Kara, Anggota DPRK Waropen (Anggota Komisi A)
- Nehemia Rumayomi, Kasie Logistik dan Peralatan BPBD Waropen
- Lukas Buinei, Tenaga Kesehatan Waropen
Sehari sebelumnya, Jumat (05/09/2025), tim tanggap darurat berhasil menyalurkan bantuan awal menggunakan helikopter Airbus. Saat itu, mereka menyerahkan sejumlah bahan makanan dan pakaian, sekaligus melakukan observasi lapangan untuk memetakan kondisi warga terdampak banjir. Namun, misi lanjutan dengan jumlah bantuan yang lebih besar pada 06 September harus tertunda. Padahal, bantuan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat yang bertahan hidup dalam keterbatasan akibat banjir besar yang merendam tiga kampung di Distrik Kirihi.
Plt. Kepala BPBD Waropen, Damarce Maniburi ditemui, Minggu (7/9) , menegaskan kondisi masyarakat saat ini sangat memprihatinkan.
“Banjir yang merendam tiga kampung dengan ketinggian air mencapai dua meter membuat warga kesulitan. Mereka sangat membutuhkan makanan, pakaian kering, obat-obatan, serta layanan kesehatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemda Waropen tidak akan tinggal diam dan terus berupaya menyalurkan bantuan hingga benar-benar sampai ke tangan warga.
“Kami akan terus berusaha dan berkoordinasi dengan pimpinan daerah, Bupati Waropen Bapak Drs. F.X. Mote, M.Si. Kendala apapun tidak akan menghentikan niat kami. Bantuan ini harus sampai kepada masyarakat Kirihi, karena mereka adalah bagian dari kita semua di Kabupaten Seribu Bakau Waropen,” tegasnya.
Pemerintah daerah kini menyiapkan alternatif distribusi, termasuk penggunaan helikopter tambahan, agar penyaluran bantuan tidak kembali tertunda. Situasi darurat ini menjadi perhatian penuh Pemda Waropen, mengingat keselamatan dan kesehatan warga Kirihi adalah prioritas utama.
Meskipun perjalanan penuh tantangan, semangat tim tanggap darurat tidak surut. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, memastikan setiap warga terdampak banjir mendapat perhatian, pertolongan, dan harapan baru.
Penulis: ML
Redaksi : EL

