Papua Global News
Bupati FX Mote saat membuka kegiatan Rangking Satu, Cerdas Cermat Tingkat Kabupaten Waropen, dalam rangka HUT RI ke 80
HeadlineLintas Daerah

Waropen Rayakan HUT RI ke-80 dengan “Rangking 1” dan Puisi Berbahasa Waropen

Waropen, PapuaGlobal.Com | Jumat (15/8/2025) – Aula Klasis Waropen riuh bertepuk tangan ketika Bupati Waropen, Drs. Fransiskus Xaverius Mote, M.Si, menabuh tifa tanda dimulainya Lomba Cerdas Tangkas “Rangking 1” dan Lomba Puisi Berbahasa Waropen. Di bawah koordinasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, panggung peringatan HUT RI ke-80 ini disulap menjadi arena adu cepat pikir, adu diksi, dan adu percaya diri—sekaligus ruang merawat bahasa ibu Waropen.

“Ini bukan sekadar lomba, tetapi momentum membangun karakter: berpikir cepat, menjunjung sportivitas, dan mencintai bahasa Waropen sebagai warisan budaya,” tegas Bupati F.X. Mote dalam sambutan pembukaannya. Sorak dan yel-yel peserta dari berbagai sekolah menambah semangat kompetisi yang tetap hangat dan bersaudara.

Antusiasme tampak sejak babak awal Lomba Cerdas Tangkas “Rangking 1” yang diikuti 87 peserta lintas jenjang—dari SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA se-Kabupaten Waropen—menggunakan sistem gugur hingga menyisakan satu jawara terbaik. Usai jeda, panggung beralih ke Lomba Puisi Berbahasa Waropen, diikuti 32 peserta tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA. Dewan juri menilai ketat berdasarkan penguasaan bahasa, ekspresi, intonasi, dan penampilan, sebelum menetapkan juara 1 hingga 6 untuk masing-masing lomba.

Keberlangsungan acara kian semarak dengan eksebisi puisi berbahasa Waropen dari perwakilan SMP Negeri Urei Faisei, SMA Negeri Waren, dan SMK YPK Frans Mote—mendemonstrasikan bahwa bahasa daerah bukan sekadar pelajaran di kelas, melainkan napas identitas yang hidup di atas panggung. Panitia mencatat kehadiran 222 undangan, meliputi para siswa peserta, 50 guru pendamping, 6 dewan juri, serta 50 panitia dan pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Semoga ajang ini menjadi pemantik prestasi anak-anak Waropen sekaligus meneguhkan kebanggaan pada bahasa dan budaya sendiri,” ujar koordinator lomba menutup rangkaian acara pembukaan. Di Waropen, kemerdekaan dirayakan bukan hanya dengan upacara—tetapi juga dengan kata, nalar, dan karya.

Redaksi : EL

Artikel Terkait

Waropen Mulai Batasi Ruang Asap Rokok, Lindungi Anak dan Ibu Hamil

Redaksi

Lem Aibon dan Ganja Mulai Masuk ke Pemukiman, Saraf Generasi Muda Jadi Taruhan

Redaksi

Peringati HAB Ke-80, Bupati Waropen Tekankan Sinergi dan Moderasi Beragama

Redaksi