Papuaglobal.com | Biak Numfor – Bupati Biak Numfor, Markus Oktovianus Mansnembra, mendesak maskapai penerbangan—khususnya Sriwijaya Air dan Lion Air—untuk meninjau ulang jadwal operasional guna meningkatkan frekuensi penerbangan ke/dari Biak menjadi harian. Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi yang dihadiri perwakilan Angkasa Pura Biak, Gapura Biak, AirNav, pihak keamanan bandara, serta maskapai Garuda, Susi Air, dan Trigana, Senin (30/6).
Pertemuan mengungkap sejumlah tantangan operasional, terutama kepadatan di boarding gate dan penumpukan bagasi saat beberapa pesawat tiba bersamaan. General Manager Gapura Biak menyatakan keterbatasan SDM menghambat pelayanan optimal saat jadwal penerbangan berdekatan.
“Check-in counter tak bermasalah, namun kendala muncul saat dua maskapai (Lion dan Sriwijaya) dari Jayapura tiba bersamaan. Ratusan penumpang memadati boarding gate, bahkan ada yang tidak kebagian tempat duduk. Penumpukan bagasia berpotensi menyebabkan kesalahan pengambilan,” jelasnya.
Di sisi lain, Valentino Mandisa dari Angkasa Pura Biak menegaskan Bandara Frans Kaisiepo siap mendukung penerbangan harian.
“Bandara sanggup melayani penerbangan malam dan masih memiliki slot memadai. Kapasitas terminal mencapai 241 penumpang per jam (berdasar pengembangan 2015). Maskapai perlu mengatur slot waktu agar tidak bertumpukan.”
Bupati Mansnembra menyayangkan ketidakhadiran perwakilan Lion Air dalam rapat. Ia segera menginstruksikan pertemuan lanjutan dengan kehadiran wajib maskapai tersebut.
“Peningkatan konektivitas udara adalah prioritas utama demi mobilitas masyarakat dan penguatan ekonomi Biak Numfor,” tegasnya.
Pemerintah daerah berharap kolaborasi antar-maskapai dapat mengoptimalkan jadwal penerbangan, mewujudkan layanan transportasi udara harian yang mendukung kemudahan masyarakat dan pertumbuhan daerah.
Redaksi : EL

