Papua Global News
Tim Perwakilan Google bersama Pemerintah Daerah, Dikdaya Biak, dan Tiga Trainer sekolah Rujukan Google
HeadlineNasionalPendidikan & Kesehatan

Ketika Biak Numfor Bidik Gelar ‘Sekolah Rujukan Google Pertama’ di Tanah Papua

Di balik keindahan pesisir Biak Numfor yang memesona, sebuah revolusi senyap tengah dimulai di ruang-ruang kelas. Bukan dengan gedget baru yang gemerlap, melainkan dengan sebuah visi besar yang menempatkan pendidikan digital sebagai jembatan menuju dunia.

Pada tanggal 26 Juni 2025, asa itu dilambungkan tinggi saat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Biak Numfor meluncurkan program Akselerasi Transformasi Digital Sekolah, menetapkan tiga sekolah sebagai pionir untuk meraih pengakuan bergengsi dari Google, sebuah langkah berani yang bertujuan untuk menempatkan Papua di peta pendidikan digital global.

Laporan Ismail – Biak Numfor

Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, secara resmi meluncurkan program “Akselerasi Transformasi Digital Sekolah” pada Kamis (26/6). Inisiatif strategis ini bertujuan untuk mendorong tiga sekolah pionir menjadi kandidat Sekolah Rujukan Google, SMA Negeri 3 Biak, SMA Negeri Samber dan SMP Negeri 1 Biak, dengan ambisi besar untuk mencetak Sekolah Rujukan Google pertama di Pulau Papua. Program ini menandai komitmen kuat daerah dalam memajukan pendidikan berbasis teknologi.

Kick Off Peluncuran dihadiri langsung oleh Bupati diwakili Plt Asisten I Setda Fransisco Olla, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Biak Numfor, Kamaruddin, S.Pd, 60 Guru-guru dari tiga sekolah serta Trainer dan turut dihadiri perwakilan dari Google Indonesia.

Kamaruddin menekankan bahwa tujuan program ini bukan hanya sekadar menjadi kandidat, melainkan meraih gelar penuh sebagai Sekolah Rujukan Google pertama di Tanah Papua.

Kamaruddin S.Pd, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Biak Numfor

“Setelah syarat terpenuhi, mudah-mudahan tiga sekolah ini bisa menjadi Sekolah Rujukan Google, bukan lagi sebagai kandidat. Sekolah lain nanti akan menyusul, karena syaratnya juga tidak ringan. Hampir semua guru sudah harus mengaktivasi akun belajar.id mereka,” jelas Kamaruddin.

Lanjut Kamaruddin, Sebagai langkah awal, program ini melatih 60 guru dari tiga sekolah perintis. Pelatihan ini dipimpin oleh tiga guru inti yang telah lebih dulu dilatih, yang nantinya akan melatih guru-guru lainnya. Kepala Dinas mengungkapkan rencana untuk mengundang Google kembali untuk mensertifikasi para guru yang telah dilatih.

“Outputnya ke siswa sendiri, kalau sekolah sudah menjadi kandidat sekolah rujukan dari Google, manfaat yang kita dapat adalah sekolah itu akan masuk dalam ekosistem Google di seluruh dunia,” ungkap Kamaruddin.

Kamaruddin menambahkan bahwa siswa akan mendapatkan akses seluas-luasnya ke berbagai sumber belajar gratis dari platform Google. “Apa yang mereka buat di sini juga nanti akan di-share ke seluruh dunia. Jadi, program ini sebenarnya program internasional, dan hanya itu caranya menginternasionalkan pendidikan kita,” tegasnya.

Ditempat yang sama Perwakilan Google yang hadir dalam acara tersebut menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung penuh transformasi digital di Biak. “Kami komitmen untuk membantu sekolah-sekolah di Biak bertransformasi ke pembelajaran digital. Google hadir (ke Biak) Bukan hanya dukungan dari sisi software dan perangkat Chrome Book, tapi juga dari sisi pelatihan guru-guru,” ujar perwakilan Google.

Perwakilan Google tersebut menambahkan bahwa tujuan pelatihan ini adalah membantu para guru mendapatkan sertifikasi Google Certified Educator (GCE) Level 1 dan Level 2, bahkan hingga level Trainer. Inisiatif ini merupakan tindak lanjut Google untuk membantu Biak menghasilkan Kandidat Sekolah Referensi Google pertama di Pulau Papua, mengingat selama ini belum ada.

Tim Perwakilan Google

“Kami bantu sekolah untuk bertransformasi dan relevan untuk pembelajaran digital di kemudian hari. Kami memiliki tools dan sumber daya yang dapat membantu pendidikan digital yang lebih baik,” pungkas perwakilan Google, mencontohkan keberhasilan serupa di daerah lain seperti Kabupaten Kutai Kartanegara, Madiun dan sejumlah kabupaten lainnya, namun belum ada satupun kandidat sekolah dari Tanah Papua.

Sekolah Rujukan Google (Google Reference School) sendir adalah sekolah yang diakui oleh Google sebagai model penerapan teknologi Google for Education dalam proses belajar mengajar. Sekolah ini dianggap inovatif dan efektif dalam menggunakan perangkat dan layanan digital untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Mereka sering kali menjadi rujukan bagi sekolah lain yang ingin mengadopsi teknologi serupa.

Pemerintah Daerah saat memberikan sambutan pada kegiatan tersebut

Sementara Akun Belajar id Merupakan akun elektronik yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI untuk semua pelajar, guru, dan tenaga kependidikan. Akun ini terintegrasi dengan Google Workspace for Education dan menjadi kunci akses ke berbagai platform digital, termasuk Google Classroom, Google Meet, dan Google Drive dengan penyimpanan tak terbatas.

Sementara Sertifikasi Google Certified Educator (GCE): Merupakan pengakuan kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi Google ke dalam pembelajaran.

Dimana pada Level 1: Menguasai dasar-dasar penggunaan alat Google di kelas.

Level 2: Menguasai penggunaan alat Google secara lebih mendalam dan inovatif.

Trainer: Tingkat tertinggi yang memungkinkan seorang pendidik untuk melatih guru-guru lainnya secara profesional.

Program ini memiliki arti penting bagi wilayah Papua yang masih menghadapi tantangan dalam pemerataan akses teknologi dan infrastruktur digital.

Dengan menginternasionalkan pendidikan melalui platform Google, Biak Numfor tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga menjembatani kesenjangan digital, memastikan generasi muda dapat bersaing di era global.

Kepala Dinas Dikdaya Kamaruddin juga secara khusus menekankan pentingnya program ini sebagai “jembatan untuk masuk dalam dunia Digital Sehat,” karena semua platform dan konten yang diakses telah disaring oleh Google.

“Saya garis bawahi program ini bisa menjembati konten belajar yang positif bagi anak didik kita, dan kemampuan litersi digitalnya juga akan semakin meningkat,” pungkasnya. (il).

 

Artikel Terkait

DPC PDIP Biak Klaim Kemenangan BTM–CK di Biak Numfor, Unggul 56 Persen

Redaksi

Polres Biak Gendeng Seluruh Pihak Ciptakan Kondusifitas Wilayah

Mail

Pengembangan PAUD Holistik Integratif (HI) di Biak Numfor, Perlu Mendapatkan Pembekalan Maksimal

Mail